Kemenperin Beri Pendampingan Industri 4.0 ke Perusahaan Mainan

Kompas.com - 15/08/2019, 22:00 WIB
Ilustrasi Industri 4.0 SHUTTERSTOCKIlustrasi Industri 4.0

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) akan memberikan program pendampingan kepada PT Sunindo Adipersada.

Pendampingan yang dilakukan adalah terkait implementasi industri 4.0 pada industri mainan.

PT Sunindo Adipersada menjadi satu satunya perusahaan mainan yang dipilih oleh Kementerian Perindustrian dan menjadi pilot project alias percontohan.

Perseroan terpilih karena dinilai telah menjadi perusahaan mainan yang besar dan sudah melakukan ekspor ke beberapa negara, serta bisa menambah daya saing Indonesia.

"Hari ini kami kedatangan tim Kemenperin, melihat dan berdiskusi dengan kami terkait program pendampingan untuk implementasi industri 4.0. Kita tahu bahwa perkembangan teknologi semakin pesat dalam industri, akan tetapi kami melihat khusus untuk industri boneka, perkembangan teknologinya tidak sepesat industri garmen misalnya," jelas CEO Sunindo Adipersada Iwan Tjen dalam pernyataannya, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Industri Mainan Dalam Negeri Diharapkan Bisa Tarik Investasi

Iwan menuturkan, industri boneka dalam hal inovasinya berkembang pesat, tapi tidak didukung dengan inovasi teknologi.

Sehingga, butuh skill tinggi untuk membuat boneka kekinian, yang memiliki kerumitan yang cukup banyak, karena masih menggunakan mesin yang lama.

Sunindo Adipersada adalah salah satu perusahaan boneka terbesar di Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pasar boneka Internasional.

Terkait industri 4.0, perseroan memerlukan keahlian terkait proses kerja yang dapat terpantau dengan cepat dan bisa mengurangi proses kerja yang memakan waktu lama untuk membantu perusahaan menjadi semakin produktif dan memangkas waktu secara signifikan.

Baca juga: Bangun Pabrik, Asosiasi Mainan Indonesia Gandeng China

“Produk kami sudah diuji kualitasnya dan sangat laris di pasar ekspor baik di Amerika dan Australia yang menjadi market terbesar kami dan juga Eropa, Timur Tengah serta Asia," jelas Iwan.

"Industri mainan merupakan salah satu industri prioritas dan sudah menyerap lapangan kerja, kami termasuk perusahaan mainan yang juga sudah berkontribusi terhadap ekonomi nasional," imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X