Kompas.com - 15/08/2019, 22:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas menyatakan Indonesia tidak perlu impor beras hingga tahun 2020. Pasalnya, saat ini stok beras di Perum Bulog sudah sangat melewati batas aman.

Saat ini, Perum Bulog telah menyimpan 2,5 juta ton dan diperkirakan akan mencapai 3 ton pada akhir tahun, mengingat masih adanya panen raya di sejumlah daerah.

"Amannya stok negara itu kan 1 juta ton hingga 1,5 juta ton, itu amannya stok. Hari ini sudah 2,5 juta ton lebih, sangat aman dong," kata Budi Waseso di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Mentan Janji Berantas Mafia Beras Sampai Akarnya

"Jadi kalau itu terjadi, enggak akan ada impor sampai 2020. Kalau sistemnya seperti ini saya yakin. Kita sudah buktikan, kan 2018 saya pernah menolak impor beras yang 2 juta ton, ya kan? Dan ternyata benar prediksi saya, enggak perlu impor lagi, bahkan berlebih," imbuh pria yang akrab disapa Buwas itu.

Selain itu, dia pun menjamin tak akan ada impor beras hingga akhir tahun 2019. Hal ini dia lakukan karena persediaan beras Bulog sudah lebih dari cukup. Pun ingin memajukan petani beras lokal dan menstabilkan harga bahan pangan.

"Saya jamin tahun 2019 ini tidak ada impor beras. Karena buat apa lagi?" Ucap Buwas.

Tak main-main dengan kata-katanya, dia pernah menolak impor 2 ton beras pada tahun 2019 karena yakin dengan prediksinya. Terlebih Buwas memang punya pengalaman selama menjabat jadi Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

"Saya pertaruhkan tidak ada impor, benar enggak ucapan saya? Benar kan? Pas saya bilang ada mafia beras, benar kan? Ada mafia gula, benar kan? Ada mafia bawang putih, benar enggak? Saya tahu karena saya mantan Kabareskrim, hanya sekarang sudah pensiun saja, itu saja," seru Buwas.

"Saya paham betul, gitu loh. Tapi itu saya lakukan untuk negara bangsa ini, terutama masyarakat petani. Itu saja yang saya lakukan, itu ketulusan saya kerja," pungkas Buwas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.