Menunggu Penjabaran RAPBN 2020 Pasca-Pidato Nota Keuangan Presiden

Kompas.com - 16/08/2019, 13:55 WIB
Ilustrasi: Suasana rapat membahas RAPBN 2019 di Badan Anggaran DPR RI, Selasa (4/9/2018).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Ilustrasi: Suasana rapat membahas RAPBN 2019 di Badan Anggaran DPR RI, Selasa (4/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memaparkan secara rinci Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 pasca pidato Nota Keuangan Presiden Joko Widodo.

Rencananya, pemaparan RAPBN 2020 akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution.

Adapun konferensi pers pemaparan RAPBN 2020 akan digelar di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Jumat (16/8/2019) pukul 16.00 WIB.

Dalam pemaparan nanti, pemerintah akan menjabarkan asumsi-asumsi makro ekonomi, alokasi anggaran hingga program-program unggulan pemerintah pada 2020.

Beberapa menteri akan turut hadir dalam pemaparan RAPBN 2020. Antara lain Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.

Selain itu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brojonegoro, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi hingga Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Asumsi Makro

Sebelumnya dalam rapat di Badan Anggaran DPR, Senin, (8/7/2019) telah disepakati asumsi makro untuk RAPBN 2019.

Baca juga : Diketok, Banggar DPR RI Sahkan Postur RAPBN 2020

Adapun asumsi makro yang telah disepakati oleh Banggar DPR sebagai berikut.

1. Pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 diperkirakan pada kisaran 5,2 persen sampai 5,5 persen. Perkiraan tersebut dianggap cukup realistis dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian domestik dan prospek pelemahan perekonomian global serta terobosan kebijakan yang akan ditempuh pemerintah.

2. Laju inflasi diperkirakan pada kisaran 2 persen hingga 4 persen. Pencapaian tersebut terutama akan didukung strategi umum pengendalian inflasi dengan menciptakan keterjangkauan harga, menjamin ketersediaan pasokan dan memastikan kelancaraan distribusi. Upaya lain yang bakal dilakukan adalah sistem komunikasi efektif dalam rangka menjaga ekspektasi inflasi masyarakat.

3. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 2020 diperkirakan pada kisaran Rp 14.000 sampai Rp 14.500 per dollar AS.

4. Suku bunga SPN 3 bulan tahun 2020 diperkirakan pada kisaran 5 persen sampai 5,5 persen. Perkiraan tersebut dipengaruhi terutama oleh peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global yang mendorong capital outflow ke negara maju serta risiko defisit transaksi berjalan dapat memengaruhi persepsi investor yang bakal berdampak pada suku bunga domestik.

5. Harga minyak atau ICP (Indonesian Crude Price) pada 2020 diperkirakan pada kisaran 60 dollar AS hingga 70 dollar AS per barrel.

6. Lifting minyak dan gas bumi alias lifting migas pada 2020 diperkirakan pada 1,88 juta sampai 2,14 juta barrel per hari.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X