2020, Pemerintah Alokasikan Rp 858,8 Triliun ke Daerah dan Dana Desa

Kompas.com - 16/08/2019, 14:59 WIB
Suasana Cafe Sawah di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (10/5/2019)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Suasana Cafe Sawah di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (10/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, pada 2020, desentralisasi fiskal di Indonesia memasuki dua dasawarsa.

Menurut Presiden, sejak pertama kali dialokasikan, anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah meningkat sangat signifikan.

Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah dalam mempercepat pembangunan di daerah. Jokowi memastikan anggaran untuk daerah dan dana desa akan naik menjadi Rp 858,8 triliun pada 2020.

"Pada tahun 2020, Pemerintah akan mengalokasikan anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 858,8 triliun," ujar Jokowi saat membacakan nota keuangan di kompleks DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Naskah Lengkap Pidato Jokowi tentang RAPBN 2020 dan Nota Keuangan

Jumlah tersebut, kata Jokowi, meningkat 5,4 persen dari perkiraan realisasi tahun 2019. Jika dibandingkan dengan realisasi 2015, jumlahnya meningkat 37,8 persen.

"Peningkatan alokasi tersebut akan diiringi dengan peningkatan kualitas implementasinya, agar belanja pemerintah daerah dapat meningkatkan layanan dasar publik, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta mengurangi kesenjangan dan kemiskinan," kata Jokowi.

Penerimaan Daerah

Sejalan dengan itu, Jokowi menekankan, kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan sumber-sumber penerimaan daerah, dengan tetap menjaga iklim investasi dan usaha di daerah perlu ditingkatkan.

Dalam lima tahun terakhir, hasil dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa telah dirasakan sebagian besar masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik. Sebut saja akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air minum layak, persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, serta angka partisipasi murni (APM) dari PAUD hingga SMA sederajat.

Jokowi menyebut tingkat kesenjangan di pedesaan juga menurun, yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,334 pada tahun 2015, menjadi 0,317 pada tahun 2019.

"Demikian juga dengan kesenjangan fiskal antardaerah, di mana Indeks Williamson turun dari 0,726 pada tahun 2015, menjadi 0,597 pada 2018," jelas Presiden.

 

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X