Jokowi Targetkan Kemiskinan Turun Sampai 8,5 Persen di 2020

Kompas.com - 16/08/2019, 16:22 WIB
Warga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Warga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menargetkan tingkat kemiskinan bisa diturunkan menjadi 8,5-9 persen di 2020.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam Pidato Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR RI Jakarta, Jumat (16/8/2019).

“Dan ketimpangan menurun di kisaran 0,375 sampai 0,380,” ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjelaskan, target-target yang akan dicapai pemerintah 2020 antara lain penurunan pengangguran ke tingkat 4,8 persen sampai 5,1 persen.

Baca juga: Naskah Lengkap Pidato Jokowi tentang RAPBN 2020 dan Nota Keuangan

“Pemerintah juga optimis pembangunan kualitas manusia dapat terus ditingkatkan dengan target IPM mencapai 72,51 pada tahun 2020,” kata Jokowi.

Terendah sepanjang sejarah

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga menyebut angka kemiskinan terus turun di masa pemerintahannya, bahkan kini angkanya diklaim sebagai yang terendah sepanjang sejarah.

Hal tersebut ia sampaikan dalam pidato Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 dan Nota Keuangan di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Penduduk miskin terus menurun dari 11,22 persen pada Maret 2015, menjadi 9,41persen pada Maret 2019, terendah dalam sejarah NKRI," ujarnya.

Baca juga: Mampukah Digitalisasi Tekan Angka Kemiskinan Indonesia?

Selain angka kemiskinan yang menurun, Jokowi juga menyebut angka pengangguran terus menurun begitu pun dengan ketimpangan pendapatan. Angka pengangguran ucapnya menurun dari 5,81 persen pada Februari 2015, menjadi 5,01 persen pada Februari 2019.

Sementara itu ucapnya ketimpangan turun karena Rasio Gini mengecil dari 0,408 pada Maret 2015, menjadi 0,382 pada Maret 2019. Jokowi mengatakan bahwa angka-angka tersebut merupakan capaian yang menggembirakan dalam 5 tahun masa kepemimpinannya.

Apalagi, kata dia, pertumbuhan ekonomi memiliki tren yang meningkat dari 4,88 persen pada 2015, menjadi 5,17 persen pada 2018, dan terakhir Semester I-2019 mencapai 5,06 persen.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X