idEA: E-Commerce Itu Bukan Pilihan, tetapi Wajib!

Kompas.com - 16/08/2019, 19:40 WIB
Executive Director ATT Authorized Global Partner Alibaba.com, Amalia Prabowo (tengah) menjadi pembicara pada diskusi yang digelar oleh Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) di JCC, Jakarta, Jumat, (16/8/2019). KOMPAS.COM/MURTI ALI LINGGAExecutive Director ATT Authorized Global Partner Alibaba.com, Amalia Prabowo (tengah) menjadi pembicara pada diskusi yang digelar oleh Asosiasi e-Commerce Indonesia (idEA) di JCC, Jakarta, Jumat, (16/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perdagangan berbasis elektronik atau electronic commerce ( e-commerce) kini sudah menjadi pilihan utama, selain perdangangan konvensional. Kehadiran e-commerce terutama dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan kemajuan zaman.

Executive Director ATT Authorized Global Partner Alibaba.com, Amalia Prabowo, mengatakan, kehadiran e-commerce untuk memasarkan baik produk maupun jasa tidak dimungkiri lagi dan sudah menjadi wajib "hukumnya". Pelaku usaha harus bisa adaptif dan siap menerima perkembangan dunia bisnis.

"Jadi e-commerce itu bukan pilihan, tapi wajib," kata Amalia dalam diskusi yang gelar Asosiasi e-Commerce Indonesia ( idEA) di JCC, Jakarta, Jumat, (16/8/2019).

Baca juga: Mulai 2020, Jokowi akan Kejar Pajak untuk E-Commerce

Menurut Amalia, dengan kondisi saat ini seakan-akan pelaku usaha diharuskan mengikuti perkembangan zaman. Ini tentu supaya tidak tertinggal dan dapat memasarkan produk/jasanya kepada pelanggan.

Selain itu, jika tidak bisa mengimbangi perkembangan maka usaha yang dijalankan bisa mati alias tutup.

"Kenapa? karena kita sudah dipaksa untuk ke arah sana. Perkembangan e-commerce setiap tahun, itu 23 persen, sehingga Anda tidak bisa tidak untuk kenal itu," ungkapnya.

Baca juga: Mau Investasi Reksa Dana Syariah? Ini Ragam Pilihannya di E-Commerce

Dia menambahkan, memasarkan produk/jasa lewat e-commerce sangat baik dan punya banyak manfaat meskipun persaingan masih tetap ada. Akan tetapi, keterjangkauan atas produk/jasa yang pasarkan akan lebih luar. Sehingga peluang atau potensi penjualan akan lebih besar.

"Ada kemudahan dan kenyamanan, fokus," imbuhnya.

Melihat peluang itu, Amalia berharap banyak para pelaku usaha segera masuk ke ranah e-commerce. Apalagi, penetrasi internet dan pengguna media sosial cukup tinggi di Indoensia. Ini tentu menjadi kesempatan besar.

"Kita menempati urutan 5 untuk jumlah pengguna internet, nomor dua untuk pengguna Facebook. Jadi artinya kita yang memiliki produk sangat terekspos, ini kesempatan bagi kita," ucap dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X