Tahun Depan, Kerja Sama BCA dengan Alipay dan Wechat Terealisasi

Kompas.com - 17/08/2019, 19:47 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAPresiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (KOMPAS100: BBCA) bakal segera merampungkan proses kerja sama sistem pembayaran dengan platform asal China, WeChat dan Alipay.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, setidaknya tahun depan proses kerja sama sudah rampung sehingga Wechat dan Alipay sudah bisa digunakan di Indonesia.

"Saya kira mudah-mudahan awal tahun depan kita sudah ada kerja sama dengan Wechat dan Alipay," ujar Jahja di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Lebih lanjut dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih dalam tahap pengembangan sistem yang diperkirakan bakal rampung di kuartal IV tahun ini. Setelah proses pengembangan sistem selesai, BCA bakal langsung meminta izin BI untuk memproses kerja sama tersebut.

""Kita lagi sistem development. Mungkin Kuartal IV itu akan selesai dan tentunya, kami akan kulo nuwun minta izin ke BI kalau semua ini sudah selesai," jelas dia.

Adapun Bank Indonesia hari ini baru saja meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Baca : Mengintip Strategi BCA Hadapi Perubahan Zaman....

Harapannya, keberadaan QRIS bisa membuat Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) tak perlu lagi menyediakan QR sebab sudah terintegrasi, sehingga proses transaksi bisa berjalan lebih aman, cepat, dan efisien.

BI merencanakan implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020. Saat ini, seluruh pelaku Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran masih melakukan penyesuaian sistem terhadap adanya QRIS.

Keberadaan QRIS ini pun membuat PJSP luar negeri seperti Wechat dan Alipay tidak bisa sembarangan beroperasi di Indonesia. Setidaknya, mereka sudah harus bekerja sama dengan Bank BUKU IV sebelum menjalankan bisnisnya di dalam negeri.

Adapun Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Filianingsih Hendarta mengatakan, saat ini terdapat tiga bank termasuk BCA yang telah mengajukan izin untuk melakukan kerja sama dengan Wechat dan Alipay.

"Saat ini ada tiga bank yang sedang kami proses. Artinya, masih akan ada tahapan lagi ke depannya. Kalau Wechat Pay dan Alipay masuk artinya mereka siap menyesuaikan dengan QR Code Indonesian Standard atau QRIS," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Rilis
Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

Whats New
PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

Whats New
IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

Whats New
Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Spend Smart
Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Whats New
Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Whats New
Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Whats New
Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Whats New
BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

Whats New
Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Whats New
Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.