Kembangkan UKM, Bogasari Terus Lakukan Edukasi

Kompas.com - 18/08/2019, 14:35 WIB
Ilustrasi tepung terigu TimmaryIlustrasi tepung terigu

JAKARTA, KOMPAS.com -  Potensi pasar UKM makanan berbasis tepung terigu masih terbuka lebar. Untuk itu sebagai produsen tepung, Bogasari terus melakukan berbagai edukasi dan kegiatan promosi untuk mendorong lahirnya UKM baru dan meningkatkan usaha UKM yang sudah ada. Termasuk di antaranya di Kalimantan.

Manager Area Pemasaran Bogasari wilayah Pulau Kalimantan Yuni Hariadi, mengatakan, salah satu cara edukasi tersebut adalah melalui kegiatan KIAT (Kunci Informasi dan Teknologi) dan Sajian Bersama Bogasari (SBB).

“Sampai saat ini, konsumsi tepung terigu di sektor UKM di wilayah Kalimantan mencapai hampir 15.000  ton per bulannya dan sekitar 75 persen adalah pengguna terigu Bogasari. Pasar UKM ini potensial bertumbuh dan Bogasari akan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan untuk meraih pasar UKM,” ucap Yuni dikutip dari siaran persnya dalam rangka Gelegar Hadiah Bogasari Mitra Card (BMC) yang berlangsung di Big Mall, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (18/7/2019).

Baca juga: Cara Bogasari Siapkan UMKM Garap Pasar Milenial

Dia menyebutkan, program Gelegar Hadiah BMC tersebut merupakan apresiasi Bogasari terhadap pertumbuhan pasar UKM berbasis tepung terigu di provinsi Kalimantan Timur yang merupakan ke-2 terbesar setelah Kalimantan Barat.

Sampai saat ini, total UKM yang sudah menjadi anggota BMC sudah mencapai sekitar 2.300 UKM. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 berlokasi usaha di Kalimantan Timur dan 50 persen berada di wilayah Samarinda.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga menghadirkan 20 UKM dengan membuka stan penjualan. Di antaranya adalah Cake Salakkilo, Roti Durian Panglima, Elat Sapi Beppa Janda, Cahaya Nikmah Bakery, Mantao Fya, Lapis Labu, Kripiki Bawang Irma, dan Salwa Bakery.

“Mereka adalah sebagian UKM mitra Bogasari yang terus bertumbuh dan akan menjadi motivator lahirnya UKM-UKM baru di sektor makanan berbasis tepung terigu. Pemakaian terigu para UKM ini sudah di atas 2 ton per bulannya,” sebut Yuni.

Terkait upaya untuk menumbuhkembangkan usaha anggota BMC, Bogasari sedang menyelenggarakan KIAT di 23 kota, termasuk di antaranya di Samarinda, Pontianak dan Banjarmasin.

Dalam acara itu, ada 3 edukasi yakni pengenalan produk naturich, pemasaran secara digital, dan talkshow testimoni UKM mitra Bogasari.

Sebagai bagian dari manfaat BMC dan dalam rangka meningkatkan daya saing UKM, Bogasari menggelar Festival Mie di 16 kota, termasuk yang akan digelar di Kota Samarinda pada bulan November ini.

Bogasari juga akan memfasilitasi UKM yang sudah tergabung dalam berbagai paguyuban untuk pembuatan sertifikasi halal sebagaimana yang akan diwajibkan Pemerintah mulai akhir tahun 2019 ini.

Sedangkan upaya untuk melahirkan UKM baru, Bogasari akan menggelar edukasi Sajian Bersama Bogasari (SBB) di sekitar 200 titik di 35 kota/kabupaten .

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X