Era Banking 4.0 Jadi Peluang Perbankan Lebih Berinovasi

Kompas.com - 18/08/2019, 20:41 WIB
Ilustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone. ThinkstockIlustrasi transaksi non-tunai menggunakan smartphone.

JAKARTA, KOMPAS.com - Era digital banking 4.0 atau kemajuan teknologi di industri perbankan menjadi peluang bagi perbankan di Indonesia untuk lebih berinovasi memberikan layanan kepada nasabah.

Inovasi itu dibutuhkan untuk menyikapi persaingan seiring pesatnya pertumbuhan teknologi keuangan atau fintech. Namun, era digital banking 4.0 juga menghadirkan sejumlah tantangan seperti perlindungan data nasabah.

Tris Yulianta, Deputi Direktur Produk, Aktivitas, dan APU PPT Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandanf perbankan akan terpengaruh dengan disrupsi dari era digital teknologi dalam revolusi industri 4.0 jika tidak menyikapi secara tepat dan cepat.

“Apakah perkembangan digital akan menyebabkan disruption bagi perbankan? Iya jika kita tidak menyikapi. Sebab, perilaku konsumen berubah," jelas Tris dalam keterangannya, Minggu (18/8/2019).

Baca juga: CAR Perbankan di Indonesia Paling Tinggi di Asia Tenggara

" Teknologi digital membuka kompetisi, kedatangan fintech juga membuka persaingan. Ini harus disikapi,” imbuhnya.

Menurut Tris, perubahan perilaku konsumen menuntut perbankan untuk lebih adaptif dengan teknologi digital. Karena jika tidak, maka perbankan akan bisa ditinggal nasabah.

Menyadari hal itu, lanjut Tris, perbankan harus memanfaatkan era digital banking sebagai peluang untuk meningkatkan kinerja perbankan secara keseluruhan.

“Arahnya kita dorong perbankan untuk sinergi dan kolaborasi dengan fintech di era digital banking,” jelasnya.

Baca juga: Perusahaan Fintech Harus Atasi Potensi Kebocoran Data Pengguna

Sementara itu, Agus F Abdillah, Chief Product and Services Officer Telkomtelstra menjelaskan, perkembangan pesat era digital banking 4.0 di sektor perbankan dan finansial telah mengubah dan mendisrupsi model bisnis saat ini.

Menurut Agus, jika perbankan belum menggunakan ini, maka akan sangat mudah didisrupsi oleh fintech.

“Bagaimana fintech bisa melakukan itu, antara lain dengan memperbaiki customer experience memanfaatkan teknologi IT. Teknologi seperti apa, ada tiga yang menonjol, yakni dari sisi network, cloud, dan security,” paparnya.

Telkomtelstra, terang Agus, ikut mendukung upaya regulator dan perbankan di Indonesia untuk bertransformasi dan beradaptasi dengan era digital banking 4.0. Telkomtelstra menawarkan solusi pengelolaan cloud menjadi satu sistem terintegrasi hybrid cloud system.

Baca juga: 3 Pertanyaan Generasi Milenial Saat Disodori Produk Perbankan

Sementara itu, Ravi Ivaturi, PwC Indonesia Advisor, menjelaskan banyak dari perusahaan terutama di sektor perbankan menyatakan sudah masuk dalam era digital banking 4.0. Ravi mendorong agar lebih banyak lagi pelaku industri perbankan berinvestasi dan masuk serta mengaplikasikan digital dalam bisnis.

“Sudah waktunya bagi mereka untuk memahami digital,” paparnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X