BTN Bidik Penyaluran KPR Mikro di Bengkulu

Kompas.com - 19/08/2019, 12:39 WIB
Direktur Utama BTN Maryono dalam kuliah umum di Universitas Andalas, Rabu (24/4/2019). Dok. BTNDirektur Utama BTN Maryono dalam kuliah umum di Universitas Andalas, Rabu (24/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyatakan siap mendorong pertumbuhan ekonomi di Bengkulu agar bisa lebih maju lagi.

Salah satunya melalui pengembangan sentra-sentra ekonomi agar masyarakat tambah sejahtera.

"Kita melihat Bengkulu ini sebetulnya daerah yang penuh dengan sejarah, subur, meski masih banyak yang belum diproduktifkan. Hal ini karena letak demografinya yang agak berbeda. Maka pembangunan infrastruktur itu penting," kata Direktur Utama BTN Maryono dalam keterangannya, Senin (19/8/2019).

Menurut Maryono, pembangunan Bengkulu yang masih tertinggal dengan daerah lainnya, disebabkan berjauhan dengan infrastruktur misalnya Trans Sumatera dan jalan tol.

Baca juga: Gelar Pameran Properti, KPR Baru BTN Capai Rp 7,22 Triliun

Melihat hal tersebut, BUMN punya pemikiran untuk mendorong pembangunan agar bisa mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lainnya.

"Kita buat sentra-sentra yang produktif, kita buat sementara fasilitas penunjang, maka sebagai bagian dari BUMN, BTN memberikan fasilitas-fasilitas kepada masyarakat seperti air bersih dan MCK," terangnya.

BTN juga melihat Bengkulu bisa disentuh dengan program sejuta rumah, salah satunya dengan KPR Mikro.

Dari kondisi ini perseroan melihat kekurangan perumahan atau backlog masih sangat besar dan harus bisa diatasi.

"Saya melihat perekonomian di Bengkulu masih bisa ditingkatkan dan kita bisa bantu perumahannya," paparnya.

Baca juga: Per Juni 2019, Penyaluran Kredit BTN Tumbuh 18 Persen

Secara keseluruhan, BTN mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 251,04 triliun pada semester I 2019 Angka tersebut tumbuh 18,78 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 211,35 triliun pada Juni 2018.

Penyaluran kredit perseroan ditopang kredit perumahan yang mencatatkan kenaikan di posisi 19,72 persen (yoy) menjadi Rp 173,61 triliun. Segmen kredit perumahan ditopang naiknya penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menjadi Rp 90,75 triliun pada Juni 2019 atau naik 27,55 persen (yoy).

KPR Non Subsidi BTN pun naik 13,08 persen (yoy) menjadi Rp 74,39 triliun per Juni 2019.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X