BI : Sinyal Internet di Daerah Menjadi Hambatan Implementasi QRIS

Kompas.com - 19/08/2019, 13:28 WIB
Sosialisasi Quick Response Indonesia Standar (QRIS) pada awak media di Pangkal Pinang, Senin (19/8/2019). KOMPAS.COM/HERU DAHNURSosialisasi Quick Response Indonesia Standar (QRIS) pada awak media di Pangkal Pinang, Senin (19/8/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Bank Indonesia menyatakan belum meratanya kekuatan sinyal internet di Indonesiamenjadi salah satu kendala dalam implementasi Quick Response Indonesian Standard ( QRIS).

Plt Kepala Perwakilan BI Kepulauan Bangka Belitung, Dian Nugraha menuturkan kendala akses di daerah seperti sinyal akan dikoordinasikan secara bertahap. Ditargetkan, implementasi QRIS mulai berjalan 1 Januari 2020 dengan melibatkan semua penyedia dompet digital.

"Pelaku usaha maupun masyarakat pakai QR code dengan scan melalui HP. Ini menyatukan sistem keamanan, karena tidak lagi sendiri-sendiri," kata Plt Kepala Perwakilan BI Kepulauan Bangka Belitung, Dian Nugraha kepada awak media, di Pangkal Pinang, Senin (19/8/2019).

"Saat ini memang membangun pemahaman dulu, sosialisasi," ujar dia.

Baca : BI Luncurkan QR Code Berstandar Indonesia

Standar QR code untuk sistem pembayaran di Indonesia yang dikembangkan BI dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Program ini menggunakan standar internasional EMV Co sehingga bisa digunakan turis dari berbagai negara.

Sejumlah negara yang telah menggunakan seperti India, Thailand, Singapura, Malaysia dan Korea Selatan.

Biaya Lebih Rendah

salah satu keuntungan saat bertransaksi menggunakan QR Code yang terintegrasi dengan QRIS adalah biayanya yang tergolong lebih rendah dan cenderung seragam antarpelaku Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X