Menteri Rini Akhirnya Bicara soal Blackout, Minta Maaf dan Kasih PR ke PLN

Kompas.com - 20/08/2019, 11:23 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan Tunnel Walini yang berhasil ditembus saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) mencapai babak baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus yang pengerjaannya dilaksanakan selama 15 bulan, dengan panjang 608 meter menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAMenteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan Tunnel Walini yang berhasil ditembus saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) mencapai babak baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus yang pengerjaannya dilaksanakan selama 15 bulan, dengan panjang 608 meter menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya mengeluarkan pernyataan terkait pemadaman listrik (blackout) yang terjadi di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Sebelumnya, Rini tidak nampak saat peristiwa padamnya listrik terjadi. Ia juga tidak mendampingi Presiden Joko Widodo saat mendatangi kantor PLN beberapa waktu lalu.

Hal itu lantaran Menteri Rini sedang menunaikan ibadah haji. Kini setelah pulang dari Tanah Suci, ia mengeluarkan pernyataan resmi.

"Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terkena dampak pemadaman," kata dia dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Baca juga: PLN Beri Kompensasi Listrik Padam, Begini Cara Cek Besarannya

Rini berharap peristiwa blackout jadi pelajaran berharga untuk PLN. Ia pun memberikan pekerjaan rumah untuk perusahaan pelat merah tersebut.

Rini meminta PLN meniru sistem kelistrikan di berbagai negara, terutama Inggris. Negara tersebut menggunakan skema distribusi listrik menggunakan house load system.

Skema ini membuat listrik bisa kembali normal dalam jangka waktu cepat bila terjadi blackout.

"Seperti di London, blackout (gelap total) yang terjadi bisa dipulihkan paling lambat dua jam," kata Rini.

Baca juga: Tak Dampingi Jokowi ke PLN soal Listrik Padam, ke Mana Menteri Rini?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X