Dukung Efisiensi Biaya Peternak, Hadir Pakan Ayam Tanpa Antibiotik

Kompas.com - 20/08/2019, 12:16 WIB
Country Director PT Cargill Indonesia Ivan Hindarko (tengah) dalam konferensi pers peluncuran seri pakan ternak platinum Cargill tanpa antibiotik di Jakarta, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYACountry Director PT Cargill Indonesia Ivan Hindarko (tengah) dalam konferensi pers peluncuran seri pakan ternak platinum Cargill tanpa antibiotik di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan global multinasional di bidang makanan dan pertanian, PT Cargill Indonesia, meluncurkan seri produk pakan ternak ayam yang disebut bernutrisi meski tanpa antibiotik.

Country Director PT Cargill Indonesia Ivan Hindarko mengatakan, seri produk pakan ternak ayam ini diberi nama Q Max series, yang termasuk dalam produk seri platinum.

"Kami meluncurkan produk terbaru kami, yaitu Q Max Series. Q Max Series ini merupakan produk tertinggi kami yaitu platinum series, di mana kami menghadirkan seluruh nutrisi terbaik kami dalam produk ini," kata Ivan di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Ivan mengatakan, produk ini dibuat karena peternak butuh mengefisiensikan biaya produksi disamping fluktuasi harga telur yang memengaruhi profitabilitas peternak, meski konsumsi masyarakat Indonesia cenderung naik.

Baca juga: Serbuan Ayam Brasil Mengancam, Ini Respons Peternak

Terlebih, pemerintah melalui Kementrian Pertanian telah menerbitkan Permentan Nomor 14 Tahun 2017 tentang pelarangan penggunaan antibiotik dalam makanan ayam. Tujuannya untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan dari telur yang dihasilkan.

Namun, ketika antibiotik tidak digunakan, banyak penyakit bermunculan yang berakibat pada kematian ayam yang tinggi.

"Kalau dulu kematian normal sekitar 1-2 persen, sekarang kematian di masa rearing (pertumbuhan) bisa sampai 6 persen. Bahkan kalau kena penyakit fatal, mortalitasnya bisa sampai 20 persen," ungkap Ivan.

Akhirnya, banyak peternak kebingungan mencari pakan ternak bernutrisi baik tanpa antibiotik.

Baca juga: Bill Gates Ingin Ternak Ayam, Ini Alasannya

"Melihat semua ini, kami melihat peternak butuh pakan ternak bernutrisi baik, di satu sisi Cargill tetap mematuhi peraturan pemerintah tentang pelarangan AGP (Antibiotik Growth Promotor). Untuk itu kami meluncurkan produk berseri, di mana setiap masa pertumbuhan ayam menjadi faktor penting dalam menghasilkan telur yang baik," ucap Ivan.

Business Development Manager PT Cargill Indonesia Adi Widyatmoko menambahkan, seri produk ini terdiri dari 2 seri, yaitu seri rearing (pertumbuhan) yang meliputi fase starter, fase growing, dan fase developer, serta seri Laying (bertelur).

Sementara dari sisi harga, harga akan menyesuaikan dengan wilayah masing-masing.

"Karena ini produk seri platinum, jangka harganya memang lebih tinggi dibanding seri lainnya. Harganya nanti akan kami umumkan saat launching, menyesuaikan dengan wilayah," ungkap Widy.

"Produk seri ini juga bisa dijual satuan, tapi alangkah baiknya seri digunakan lengkap karena tiap fase pertumbuhan menentukan kualitas telur," tambah Widy.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X