Kompas.com - 20/08/2019, 16:30 WIB
Market Update Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan Director & Chief Investment Fixed Income Officer MAMI Ezra Nazula dan Chief Economist & Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan, Kamis (26/4/2018). KOMPAS.com/Mutia FauziaMarket Update Manulife Aset Manajemen Indonesia dengan Director & Chief Investment Fixed Income Officer MAMI Ezra Nazula dan Chief Economist & Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan, Kamis (26/4/2018).

Pemangkasan suku bunga dibutuhkan, selain karena tingkat inflasi yang cenderung masih rendah, pemerintah juga tengah berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Berdasarkan data terakhir BPS, inflasi bulan Juli 2019 mencapai 3,32 persen, dibandingkan target pemerintah hingga akhir tahun 3,1 persen.

Upaya pemangkasan suku bunga bakal berjalan efektif jika dibarengi dengan dukungan stabilitas neraca pembayaran.

Sementara itu, Chief Economist dan Investment Stragtegist Manulife Aset Manajemen Indonesia Katarina Setiawan mengatakan, untuk memperbaiki kinerja neraca pembayaran pemerintah harus menyelesaikan persoalan defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD) yang pada kuartal II-2019 tercatat mencapai 8,4 miliar dollar AS atau 3,0 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: JK Minta BI Kembali Turunkan Suku Bunga

Pemerintah juga perlu memerbaiki kinerja penanaman modal asing (PMA) yang hingga saat ini penetrasinya masih yang paling rendah jika dibandingkan dengan negara kawasan Asia Tenggara lainnya.

"Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, penetrasi PMA terhadap PDB Indonesia merupakan yang terendah, yaitu sekitar 1,9 persen," jelas Katarina.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Katarina mencontohkan, penetrasi PMA terhadap PDB di Vietnam, hingga saat ini telah mencapai 6 persen terhadap PDB.

Menurut dia, pemerintah harus bisa melakukan reformasi perpajakan hingga melakukan pemangkasan peraturan yang tidak ramah investor asing untuk menarik PMA ke dalam negeri.

Meski di sisi lain, stabilitas politik dan reformasi kebijakan yang terjadi paska keputusan MK mengenai hasil pilpres bisa mendorong masuknya PMA ke dalam negeri.

"Indonesia masih punya ruang untuk menumbuhkan PMA. Masih banyak hal yang harus dilakukan," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.