Tren Suku Bunga Rendah, Pasar Saham dan Obligasi Makin Menarik

Kompas.com - 20/08/2019, 17:48 WIB
Ilustrasi bursa ThinkstockIlustrasi bursa

Ezra mengatakan, berbagai indikator tersebut membuat Indonesia menawarkan imbal hasil yang cukup tinggi di pasar obligasi.

"Kami memperkirakan, hingga akhir 2019, yield obligasi pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun akan berada di kisaran 6,5 persen hingga 7 persen," jelas Ezra. 

Sementara di pasar saham, Chief Economist and Investment Strategist MAMI Katarina Setiawan mengatakan, salah satu faktor yang bakal mendorong perbaikan adalah penurunan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

Baca juga: Moodys Sematkan Rating Baa2 untuk Obligasi Global Indonesia

Jika dilihat secara historis, dalam 245 hari (rata-rata jumlah hari perdagangan saham dalam setahun) setelah penurunan suku bunga The Fed pada tahun 1989, 1995, 1998, 2001, dan 2007, pasar saham Asia menunjukkan kinerja yang lebih tinggi secara rata-rata jika dibandingkan dengan pasar saham ASm (Indeks S&P 500), yaitu 19,9 persen dibanding 6,7 persen.

Dari segi sentimen domestik, berkurangnya tensi gejolak politik dan harapan akselerasi reformasi kebijakan bakal mendorong penguatan di pasar saham Indonesia.

Beberapa faktor lain yang bakal memengaruhi penguatan pasar saham Indonesia adalah pemangkasan lanjutan suku bunga BI yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, juga pembentukan kabinet baru yang solid terutama di bidang ekonomi.

"Ini dapat mempercepat reformasi kebijakan khususnya di bidang energi dan industri yang penting untuk memerbaiki neraca pembayaran," jelas Katarina.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X