Lesunya Penjualan Kendaraan Bermotor Berdampak ke Penjualan Polis Asuransi

Kompas.com - 20/08/2019, 19:08 WIB
Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang dalam konferensi pers, Selasa (20/8/2019) KOMPAS.com / Rina Ayu LarasatiKetua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang dalam konferensi pers, Selasa (20/8/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat penjualan premi asuransi kendaraan bermotor mengalami perlambatan pertumbuhan di akhir semester I 2019. Hal ini disebabkan lantaran penjualan kendaraan motor yang kurang menggembirakan.

Dalam peaparannya, AAUI mengungkapkan pendapatan premi asuransi kendaraan bermotor di semester 1 tahun 2019 semester sebesar Rp 9,28 triliun. Jumlah tersebut relatif stagnan jika dibandingkan dengan semester I 2018 Rp 9,21 triliun.

" Asuransi kendaraan bermotor dilihat dari datanya, ini in-line dengan penjualan dan (penjualan premi) asuransinya," ucap Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa dan Aktuaria AAUI Trinita Situmeang di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Baca : Pendapatan Asuransi Umum Tumbuh 20 Persen Jadi Rp 40 Triliun

Sementara itu mengutip data Gaikindo, di akhir kuartal II 2019, penjualan kedaraan bermotor roda dua naik 7 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun penjualan kendaraan roda empat mengalami penurunan sebesar 13 persen pada akhir kuartal II 2019.

"Penyebab penurunannya itu ada di roda empat. Karena, kalau penjualan roda empat turun, preminya juga akan turun," kata Trinita.

Premi Tumbuh

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan pertumbuhan pendapatan premi pada semester I 2019.

Berdasarkan analisa dari 75 perusahaan asuransi yang dicatat oleh AAUI, pendapatan premi bruto di semester I 2019 mencapai Rp 40 triliun. Dibandingkan dengan semester I tahun 2018 angka ini tumbuh sebesar 20,6 persen. Di semester I tahun 2018, pendapatan premi bruto sebesar Rp 33,1 triliun.

"Pendapatan premi asuransi umum hingga semester I 2019 sebesar Rp 40 triliun atau tumbuh sebesar 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp 33,1 triliun,” kata Trinita Situmeang.

Pertumbuhan secara positif ini bisa dilihat dari semua lini bisnis asuransi tumbuh 93,3 persen atau Rp 2,77 triliun dan Asuransi harta benda sebesar 26,9 persen atau Rp 2,24 triliun.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X