KILAS

Kementan Dorong Pasar Ekspor Melalui Layanan Sarita

Kompas.com - 21/08/2019, 10:46 WIB
Layanan Sistem Agribisnis Tanaman Pangan (Sarita) digunakan Kementan sebagai jembatan petani menuju pasar ekspor. Dok. Humas KementanLayanan Sistem Agribisnis Tanaman Pangan (Sarita) digunakan Kementan sebagai jembatan petani menuju pasar ekspor.

Bukan hanya Jatim, pihak swasta juga akan membangun warehouse di sentra lainnya.

"Sudah direncanakan akan dibangun di wilayah Belawan, Batam, Makassar, Banjarmasin, Semarang, dan Jakarta, terang Suwandi lagi.

Suwandi mengakui, untuk mendorong ekspor Indonesia harus memiliki beberapa pergudangan dengan kapasitas penyimpanan yang besar.

Dengan kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, diharapkan dapat menjaga sistem distribusi berjalan dengan baik.

“Jadi tugas Kementan membina petani dan produknya di sentra pertanian. Supaya menghasilkan produk yang bermutu dan berdaya saing,” tegasnya.  

Untuk itu, Suwandi mengungkapkan pihaknya bersama seluruh produsen pangan baik jagung, kedelai, padi, ubi kayu, dan lainya telah membahas sistem perdagangan, regulasi, dan kelembagaan tata kelola.

Beras organik

Untuk diketahui, saat ini produk pangan yang banyak peminatnya di pasar luar negeri adalah beras organik.

Beras organik Indonesia kini sudah menembus pasar Amerika, Argentina, Peru, dan Chili.

Berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, rekomendasi ekspor beras tertentu meningkat dari tahun ke tahun.

Baca juga: Bappenas: Program Kementan Terbukti Memacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pada 2017 misalnya, telah mengeluarkan permohonan ekspor sebanyak 13 rekomendasi dengan volume ekspor 473 ton ke Australia, Amerika Serikat, Belgia, Italia, Jerman, dan Singapura. 

Selanjutnya, pada 2018 permohonan ekspor meningkat sebanyak 59 rekomendasi dengan volume 1.134 ton ke Australia, Israel, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, Turki, Singapura, Hongkong, dan Italia.  

Kemudian sampai awal Agustus 2019, sebanyak 33 rekomendasi ekspor dengan volume 227 ton telah dikeluarkan Kementan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.