Aktivitas Bongkar Muat Kapal di Pelabuhan Pomako Timika Aman

Kompas.com - 21/08/2019, 17:29 WIB
Tanpak aktkvitas bongkar muat BBM milik Pertamina di Pelabuhan Pomako, Timika, Kabupaten Mimika Jhon Roy Purba/istimewaTanpak aktkvitas bongkar muat BBM milik Pertamina di Pelabuhan Pomako, Timika, Kabupaten Mimika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelayanan dan operasional Pelabuhan Pomako, Timika, Papua berjalan normal.

Tercatat 1 unit kapal milik PT SPIL, yaitu KM Spil Haspri melakukan kegiatan bongkar muat dan saat ini telah clearance out dari Pelabuhan Pomako.

“Kondisi di Pelabuhan Pomako aman dan kondusif, semua pelayanan tidak ada yang terganggu meskipun Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) merupakan putra daerah asli Papua,” ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pomako, Husni Anwar Tianota dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/8/2019).

Husni menambahkan, di wilayah kerja (wilker) dari Pelabuhan Pomako, yaitu wilayah kerja Amamapare terdapat dua unit kapal yang melakukan bongkar muat, yaitu kapal KM Meratus Semarang dan KM Sawu Sea.

Baca juga: Menteri BUMN Minta agar Pelabuhan Pomako Timika Diperbaiki

“Pelayanan di wilker Amamapare berjalan normal, aman dan terkendali. Namun demikian, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan juga berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan pelabuhan tidak terdampak terhadap kericuhan yang terjadi tadi," kata Husni.

Pada kesempatan tersebut, Husni mengingatkan kepada masyarakat bahwa pelabuhan merupakan objek vital nasional yang harus steril dari kegiatan unjuk rasa.

Ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional.

"Selain itu, berdasarkan Surat Edaran dengan nomor UM003/38/19?/DJPL-17 tertanggal 15 Mei 2017 tentang Peningkatan Pengawasan dan Penjagaan Dalam Rangka Pengamanan Objek Vital Nasional di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, keamanan di Pelabuhan harus dijaga," tutup Husni.

Baca juga: Ada Demo di Papua, Pelni Pastikan Tak Mengganggu Operasional Kapalnya

Seperti diberitakan, aksi solidaritas Papua muncul di berbagai kota di Provinsi Papua dan Papua Barat, seperti yang terjadi di Manokwari, Jayapura dan Sorong, Senin (19/8/2019).

Sementara, situasi di Manokwari, Sorong, dan Jayapura, menurut Polri, sudah kondusif dan kegiatan masyarakat sudah mulai berjalan normal.

Aksi unjuk rasa ini merupakan dampak dari perlakuan diskriminatif dan tidak adil yang dialami mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang dan Semarang, dalam beberapa waktu terakhir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X