Indonesia Buka Peluang Perdagangan dengan Negara-negara Afrika

Kompas.com - 22/08/2019, 12:11 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALAMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan ( Mendag) Enggartiasto Lukita berupaya membuka akses pasar produk- produk Indonesia ke kawasan Afrika

Enggar menginginkan adanya kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara di Afrika setelah menghadiri acara Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Nusa Dua, Bali pada 20-21 Agusuts 2019.

Saat berada di acara tersebut, Enggar bertemu dengan empat menteri dari kawasan Afrika. Keempat Menteri tersebut adalah Menteri Industri, Perdagangan, dan Investasi Wilayah Otonomi Khusus Zanzibar Tanzania Amina Saloum Ali, Menteri Perdagangan Djibouti Hassan Houmed, Menteri Pekerjaan Umum, Rekonstruksi, dan Perumahan Somalia Abdi Adam Hoosow serta Second Deputy Prime Minister dan Menteri untuk Komunitas Afrika Timur Uganda AM Kirunda Kivejinja.

Baca juga: Bidik Ekspor ke Afrika, Indonesia Jajaki Perdagangan dengan Mozambik

"Dengan Djibouti disepakati untuk memulai proses joint feasibility study yang akan menjadi dasar penentuan bentuk kerja sama, apakah PTA, FTA atau CEPA," ujar Enggar dalam keterangannya, Kamis (22/8/2019).

Penjajakan kerja sama dengan Djibouti ini penting. Sebab, Djibouti merupakan salah satu anggota Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA).

COMESA beranggotakan 21 negara di kawasan timur dan selatan Afrika.

Produk ekspor utama Indonesia ke Djibouti antara lain sabun, minyak kelapa sawit, kertas dan karton, buku tulis, serta margarin.

Sedangkan produk-produk yang diimpor Indonesia dari Djibouti antara lain pakaian bayi dan aksesori.

Total perdagangan Indonesia dengan Djibouti tahun 2018 mencapai 211,46 juta dollar AS. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar  211,45 juta dollar AS dan impor 4.000 dollar AS.

Baca juga: Wijaya Karya Bidik Proyek Infrastruktur Negara-negara Afrika

Sementara itu, Uganda mengundang Indonesia untuk melakukan investasi di sektor sepatu kulit dan mengundang bank syariah Indonesia untuk membuka cabang dan beroperasi di Uganda.

Selain itu, Menteri Uganda juga mengusulkan agar disediakan help desk untuk memfasilitasi produk-produk Indonesia untuk masuk ke Uganda.

Terkait perjanjian dagang, Uganda berjanji mendorong Council Minister of EAC untuk mengagendakan pembahasan terkait proposal Indonesia untuk merundingkan PTA dengan EAC yang telah diusulkan pada bulan Juni 2017.

"Melalui pertemuan bilateral ini, Indonesia meminta dukungan Uganda agar pembahasan PTA Indonesia-EAC dapat segera dimulai," ucap Enggar.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X