Pasca Gempa-Tsunami, Investor Serbu Palu

Kompas.com - 22/08/2019, 20:39 WIB
Dampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Kampung Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMODampak kerusakan akibat gempa Donggala dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018), di Kampung Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Kapal Sabuk Nusantara 39 sampai terdampar ke daratan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliran investasi justru kian deras mengalir ke Palu, Sulawesi Tengah, pasca bencana gempa bumi dan tsunami tahun lalu.

Begitu kata Komisaris Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (BPST), Iwan Yunus saat Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis, (22/8/2019).

”Setelah gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang mendera Palu, seluruh dunia tahu Palu. Banyak tenant yang datang ingin berinvestasi di KEK Palu,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Sekretariat Dewan Nasional KEK.

Iwan Yunus mengatakan, banyaknya investor yang tertarik menanamkan modal di KEK Palu pasca terjadinya bencana di luar perkiraan.

Baca juga: Pasca Tsunami, Menhub Tinjau Infrastruktur Transportasi di Palu

Namun pasca bencana, investor baru tahu Palu ternyata berada di pusat Indonesia. Selain itu juga dekat dengan ALKI II yang setiap tahun ada 10.000 kapal yang lewat

"Kami tanya kenapa. Pertama, mereka baru tahu Palu itu di mana," kata dia.

KEK Palu didukung dengan keberadaan Pelabuhan Pantoloan yang lautnya memiliki kedalaman18 meter. Sehingga kapal besar dengan kapasitas di atas 50.000 MT pun bisa bersandar.

Saat ini, beberapa perusahaan dengan nilai investasi cukup besar sudah dalam proses konstruksi di KEK Palu.

Baca juga: Jepang Hibahkan Rp 668 Miliar untuk Percepat Rekonstruksi Palu

Di antaranya yakni PT Wanhong yang berinvestasi Rp 800 miliar untuk membangun pabrik pengolahan tembaga.

Ada juga PT Indomangan Industri yang membangun smelter mangan dengan nilai investasi sebesar Rp 1,2 triliun.

Selanjutnya, PT. Sula Kor Energi yang akan membangun pembangkit listrik 33 MW senilai Rp 1,5 triliun. dan PT Hashimoto yang akan membangun industri wood pelet dengan nilai investasi Rp 2,4 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X