KILAS

Neraca Perdagangan Pertanian Surplus, Pengamat: Impor Menurun

Kompas.com - 23/08/2019, 09:17 WIB
Pengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi Muhammad Karim menegaskan pada 2017 tidak ada impor jagung pakan ternak, bahkan selanjutnya 2018 sudah ekspor 340 ribu ton. Dok. Humas KementanPengamat Ekonomi Politik Pertanian Universitas Trilogi Muhammad Karim menegaskan pada 2017 tidak ada impor jagung pakan ternak, bahkan selanjutnya 2018 sudah ekspor 340 ribu ton.

"Penerapan teknologi pertanian dengan belanja alat mesin (Alsintan), perbaikan saluran irigasi tersier, penyediaan benih tanaman, bibit ternak dan pupuk oleh Kementan mempunyai dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi pedesaan," jelasnya.

Studi kasus yang dilakukan Bappenas terkait alokasi anggaran belanja 2016-2017 menunjukkan belanja modal mengalami peningkatan paling tinggi yaitu sebesar Rp 39,1 triliun, belanja barang sebesar Rp 31,8 triliun, sedang belanja pegawai Rp 7,5 triliun.

Belanja barang pada periode tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 0,08 persen. Sementara belanja modal hanya mendorong 0,03 persen.

 

Baca juga: Optimalkan Lahan Rawa, Kementan Gencar Galakan Program Serasi

Anggaran yang sudah dikeluarkan oleh Kementan memiliki peran terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Setiap peningkatan satu persen belanja Alsintan, terjadi peningkatan subsektor pertanian, peternakan, dan jasa pertanian di daerah sebesar 0,13 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Indikator keberhasilan dapat dilihat pada peningkatan ekspor komoditas pertanian menurut data BPS. Tahun 2018 ekspor komoditas pertanian melonjak tajam menjadi 42,5 juta ton," beber Tjipta.

Tjipta juga membeberkan rata-rata kenaikan ekspor pertanian per tahun sebanyak 2,4 juta ton.

"Untuk 2019 besar kemungkinan angka ekspor tersebut akan meningkat lagi, karena fokus pada ekspor komoditas pertanian yang dilakukan oleh Kementan," ujar Tjipta.

 

Baca juga: Kementan dan Kominfo Dilibatkan dalam Penanggulangan Karhutla

Kemudian yang tidak kalah hebat, sambungnya, terjadinya penurunan inflasi bahan makanan yang sangat signifikan menjadi 1,26 persen pada 2017 dari sebelumnya 11,71 persen pada 2013.

"Peringkat ketahanan pangan Indonesia, berdasarkan Global Food Security Index juga terus membaik ke peringkat 65 dari 113 negara,” bebernya.

Bahwa Indonesia masih melakukan impor pada beberapa komoditas pertaniannya meski sukses di bidang pertanian, menurut Tjipta, hal itu wajar-wajar saja.

Ekspor dan impor pangan sesungguhnya hal yang biasa dan terjadi pada hampir semua negara.

"Hal yang penting adalah pemerintah konsisten menggenjot ekspor, di samping mengendalikan impor komoditas pertanian secara ketat," tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.