BI: Kenaikan Harga Cabai Dongkrak Inflasi Agustus

Kompas.com - 23/08/2019, 16:13 WIB
Sejak dua minggu terakhir harga komoditi cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melonjak drastis. Harganya saat ini dikisaran Rp100 -120 ribu per kilogram. Firman TaufiqurrahmanSejak dua minggu terakhir harga komoditi cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melonjak drastis. Harganya saat ini dikisaran Rp100 -120 ribu per kilogram.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia menyampaikan inflasi di bulan Agustus dipengaruhi kenaikan harga cabai. Hal ini berdasarkan survei pemantauan harga oleh Bank Indonesia di minggu pertama Agustus 2019.

“Harga cabai merah menyumbang lebih dari separuh inflasi yaitu 0,15 persen,” Ucap Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo di kompleks BI Jumat (23/08/2019)

Perry memprediksi tingkat inflasi sepanjang bulan Agustus mencapai 3,52 persen year-on-year (yoy). Artinya, inflasi Agustus ini akan lebih tinggi dari realisasi inflasi Juli 2019 lalu yakni 3,32 persen.

Baca juga: Kemarau Panjang Bikin Cabai Mahal hingga Ganggu Inflasi

Menurut dia, kenaikan harga cabai merah yang memicu inflasi bersifat temporer akibat pengaruh musim kemarau panjang.

“Hasil pemantauan dari 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia, diperkirakan dalam dua bulan lagi akan ada kenaikan produksi,” ungkapnya.

Selain cabai, terdapat beberapa komoditas lain yang menyumbang inflasi di bulan ini, Antara lain emas perhiasan 0,07 persen, cabai rawit 0,05 persen, dan air minum PDAM 0,01 persen.

Baca juga: Apa Pengaruh Hari Raya Idul Adha terhadap Inflasi di Indonesia?

Sementara, komoditas yang menyumbang deflasi sepanjang Agustus diperkirakan tarif angkutan udara 0,09 persen, bawang merah 0,06 persen, serta beberapa jenis sayuran lainnya.

Perry mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan kementerian terkait lainnya untuk mengantisipasi pasokan komoditas pangan di tengah musim kemarau ini.

“Hasil pemantauan dari 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia, diperkirakan dalam dua bulan lagi akan ada kenaikan produksi,” ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X