BI Pangkas Suku Bunga Lagi, Apa Dampaknya untuk Masyarakat?

Kompas.com - 24/08/2019, 10:03 WIB
Jajaran Gubernur Bank Indonesia (BI) saat memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAJajaran Gubernur Bank Indonesia (BI) saat memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan Bank Indonesia ( BI) menurunkan suku bunga acuan atau atau BI7-Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) menjadi 5,5 persen tidak langsung memberi dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian, langkah tersebut dapat mendorong masyarakat mengajukan pinjaman kredit ke bank.

Dikutip dari Kontan.co.id, Sabtu (24/8/2019), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dampak dari stimulus moneter tersebut tidak bisa instan. Efektivitas pemangkasan suku bunga terhadap investasi, kata dia perlu waktu beberapa bulan.

Meski begitu, Menko menegaskan BI7DRR turun dapat membuat kecenderungan konsumsi masyarakat lewat kredit.

Baca juga: BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,5 Persen

“Orang akan cenderung melakukannya mumpung lagi turun ya pinjamlah,” kata Darmin di kantor Kementerian Bidan Perekonomian, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Mantan Gubernur BI ini menegaskan sikap BI terbilang lazim lantaran bank sentral global pun telah memangkas suku bunga acuannya. Meskipun, langkah BI lebih cepat daripada The Fed, Darmin memandang sinyal dovish The Fed sudah dilayangkan.

Hal tersebut ditandai dengan yield US Treasury tenor jangka panjang sudah hampir setara dengan jangka pendek.

"Amerika Serikat (AS) dalam jangka panjang ada problem. Jadi meskipun belum diturunkan oleh AS, tapi arahnya akan turun," ungkap Darmin.

Hal tersebut ditandai dengan yield US Treasury tenor jangka panjang sudah hampir setara dengan jangka pendek.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Jadi Alasan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

"Amerika Serikat (AS) dalam jangka panjang ada problem. Jadi meskipun belum diturunkan oleh AS, tapi arahnya akan turun," ungkap Darmin.

Dia menambahkan, suku bunga acuan BI yang 5,5 persen berguna untuk mendorong investasi. Setali tiga uang, saat policy rate turun, akan mendorong tingkat suku bunga tabungan, kredit, dan yield juga turun.

"Karena negara lain juga sedang mengarah turun. Kalo kita turun sendiri, Anda boleh khawatir. Tapi kalau negara lain turun, kita turun, itu diperlukan untuk menstimulus investasi semoga produksi naik, ekspor naik, neraca perdagangan bagus," papar Darmin. (Yusuf Imam Santoso)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Pemangkasan suku bunga BI dapat mendorong masyarakat ajukan kredit ke bank

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X