Go-Pay dan OVO Siap Terapkan QRIS pada Transaksinya

Kompas.com - 25/08/2019, 14:16 WIB
Jajaran Deputi Gubernur BI menerbangkan burung merpati ketika meluncurkan QRIS UNGGUL di Jakarta, Sabtu (17/8/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAJajaran Deputi Gubernur BI menerbangkan burung merpati ketika meluncurkan QRIS UNGGUL di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan Standar Quick Response (QR) Code dengan nama QR Code Indonesia Standar (QRIS) pada Sabtu (17/8/2019) lalu.

Perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) pun diwajibkan untuk mengimplementasikan QRIS pada setiap layanan transaksinya.

Dua pemain besar PJSP di Indonesia, GoPay dan PT Visionet Internasional (OVO) satu suara soal kebijakan ini. Mereka menyatakan siap dan patuh melaksanakan aturan tersebut.

BI telah mewajibkan pemain PJSP, baik lokal maupun asing untuk menerapkan QRIS setelah diluncurkan beberapa waktu lalu.

"Sebagai salah satu perusahaan penyelenggara jasa sistem pembayaran siap mendukung implementasi kebijakan QR code sesuai standar Bank Indonesia," kata Head of Government Relations and Public Policy GoPay, Brigitta Ratih ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (24/8/2019).

Baca juga : BI Hadirkan QRIS, GoPay akan Ganti QR Code Transaksi Pembayaran

Menurut Brigitta, penerapan QRIS dalam layanan transaksi non tunai dapat mendorong inklusi keuangan di Indonesia. Karena itu, GoPay siap tunduk dan patuh pada regulasi yang dikeluarkan oleh BI.

"GoPay tunduk dan patuh pada setiap ketentuan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Oleh karena itu, seiring dengan peluncuran program QRIS, GoPay mendukung penuh rencana implementasi per 1 Januari 2020" tuturnya.

"Khususnya mereka yang masih belum tersentuh layanan keuangan. Diberlakukannya QRIS, akan mendorong peningkatan kualitas, daya saing, dan inovasi tidak hanya pada merchant besar saja, namun terutama untuk yang kecil atau mikro," terangnya.

Sikap OVO

Hal senada disampaikan Direktur OVO Harianto Gunawan merespons keputusan BI tersebut. OVO memandang positif dengan adanya kebijakan yang telah dikeluarkan BI tersebut.

"OVO menyambut baik QRIS yang telah diluncurkan oleh Bank Indonesia," kata Direktur OVO Harianto dihubungi Kompas.com secara terpisah.

Harianto mengungkapkan, saat ini OVO terlibat pada pilot project dalam rangka persiapan peluncuran QRIS yeng telah dimulai beberapa waktu lalu. Bahkan, OVO telah bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan penyedia jasa layanan keuangan lain untuk melakukan uji coba implementasi QRIS.

"Kami percaya bahwa inisiatif ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia, dengan menciptakan ekosistem pembayaran yang inklusif," tuturnya.

Dia menilai, pemberlakuan atau penerapan QRIS tentu dapat memperluas akses keuangan digital bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sehingga tingkat inklusi keuangan di Tanah Air bisa merata.

"Dengan implementasi QRIS, berarti hanya ada satu jenis QR code yang digunakan di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan tingkat inklusi keuangan semakin merata," sebutnya.

BI telah meluncurkan QRIS bertepatan dengan HUT ke-74 Kemerdekaan RI, pada hari ini (17/8) di Jakarta. Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP).

Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu. 

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan peluncuran QRIS yang mengusung semangat Universal, Gampang, Untung dan Langsung (UNGGU) bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM.

Pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia Maju.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Whats New
Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Whats New
THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

Whats New
Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Whats New
Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Rilis
IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Whats New
Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

Rilis
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Whats New
Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Whats New
Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Whats New
Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Spend Smart
Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Whats New
Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Pemerintah Dorong Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X