Capai Rp 1.053 Triliun, Pendapatan Negara Baru 48 Persen dari Target

Kompas.com - 26/08/2019, 12:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan DPR Jakarta, Selasa (16/7/2019) MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kawasan DPR Jakarta, Selasa (16/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendapatan negara masih jauh dari target APBN 2019. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasinya baru Rp 1.053 triliun hingga 31 Juli 2019.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, realisasi penerimaan negara itu hanya 48,6 persen dari target APBN 2019 yang mencapai Rp 2.165 triliun.

"Pertumbuhannya lebih lemah dari tahun lalu," ujarnya dalam konferensi pers APBN KITa, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Kenaikan Gaji PNS dan TNI-Polri Sebabkan APBN Defisit Rp 342 Triliun?

Tahun lalu pertumbuhan penerimaan negara hingga akhir Juli 2018 mencapai 16,5 persen. Namun pada Juli 2019, penerimaan negara malah positif namun tumbuhnya hanya 5,9 persen.

Penerimaan negara ditopang oleh penerimaan perpajakan Rp 810 triliun, tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain itu ada juga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 241,3 triliun, tumbuh 14,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Jokowi: Setiap Rupiah yang Keluar dari APBN, Harus Dipastikan Memiliki Manfaat Ekonomi

Adapun pos penerimaan negara dari sisi hibah sebesar Rp 800 miliar, melonjak 75,7 persen dibandingkan 2018

Semantara itu dari sisi belanja negara, totalnya sudah mencapai Rp 1.236 triliun, realisasi ini naik 7,9 persen dari realisasi belanja pada akhir Juli 2019.

Di sisi lain total belanja anggaran mencapai Rp 229 triliun. Dengan begitu maka defisit anggaran mencapai Rp 183,7 triliun, atau 1,14 persen dari PDB nasional.

Baca juga: Naik, Pendapatan Negara 2020 Ditargetkan Jokowi Capai Rp 2.221,5 Triliun

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X