Atasi Tumpahan Minyak, Pertamina PHE Targetkan Bisa Tutup Sumur YYA-1 Pada Oktober 2019

Kompas.com - 26/08/2019, 13:55 WIB
Warga menggunakan motor untuk mengangkut karung yang berisi tumpahan minyak Oil Spill yang tercecer milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). Pasir yang tercemar minyak tersebut dikumpulkan dan akan dipindahkan ke pabrik penyimpanan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk dimusnahkan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menggunakan motor untuk mengangkut karung yang berisi tumpahan minyak Oil Spill yang tercecer milik Pertamina di Pesisir Pantai Cemarajaya, Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019). Pasir yang tercemar minyak tersebut dikumpulkan dan akan dipindahkan ke pabrik penyimpanan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) untuk dimusnahkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) akan menutup sumur YYA-1 di perairan Karawang, Jawa Barat. Penutupan sumur tersebut dilakukan agar tumpahan minyak tak terjadi lagi.

Incident Commander Proyek YYA I, Taufik Adityawarman menargetkan, penutupan sumur tersebut bisa dilakukan pada Oktober 2019.

“Saat ini ada beberapa rencana optimistik, realistik dan pesimistik, kalau semua berjalan lancar sesuai rencana, sebelum 8 Oktober 2019 sumur akan kita tutup,” ujar Taufik di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Taufik menjelaskan, untuk mengontrol semburan minyak dari sumur YYA-1, pihaknya melakukan pengeboran relief well YYA-1RW. Dengan melakukan hal tersebut, pihaknya optimistis bisa menghentikan semburan minyak dari kilang tersebut.

“Kebocoran belum selesai ditangani karena relief well satu-satunya cara menutup semburan. Itu targetnya di (kedalaman) 9.030 feet, saat ini per tadi pagi baru 6.936 feet, sehingga masih ada proses untuk menuju ke sana,” kata Taufik.

Baca juga : Atasi Kebocoran Minyak, Pertamina Lakukan Pengeboran Sumur Baru

Mengenai penyebab pastinya semburan minyak tersebut bisa terjadi, Taufik belum dapat menjelaskannya. Menurut dia, saat ini tim investigasi tengah bekerja untuk mengetahui penyebabnya.

“Ini ranah yang masih investigasi. Jadi saya belum bisa jawab (penyebabnya karena) human error atau technical error,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X