KPPU Masih Teliti soal Perang Tarif Ojek Online

Kompas.com - 27/08/2019, 07:10 WIB
Ilustrasi perang tarif ojek online. Massa pengemudi ojek online berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Para pengemudi menuntut agar tarif dirasionalkan, Selasa (27/3/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAIlustrasi perang tarif ojek online. Massa pengemudi ojek online berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Para pengemudi menuntut agar tarif dirasionalkan, Selasa (27/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU) menyatakan pihaknya akan meneliti lebih lanjut terkait persaingan usaha tidak sehat dalam penerapan tarif ojek online.

Komisioner KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan, pihaknya saat ini masih menelaah dugaan predatory pricing.

Predatory pricing adalah kebijakan pelaku usaha yang menerapkan harga sangat murah untuk menyingkirkan pesaingnya dari pasar.

"Kami masih menelaah. Predatory pricing sampai saat ini belum ada laporan. Kalau banyak pihak yang merasa resah dengan adanya predatory pricing, silakan laporkan," kata Guntur Syahputra Saragih di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca juga: KPPU: Masalah Rangkap Jabatan Dirut Garuda Resmi Dihentikan

Selain soal tarif, Guntur mengaku pihaknya sedang meneliti soal promo yang dan cashback yang ditawarkan dalam sistem pembayaran digital yang belakangan santer.

"Kita juga lagi meneliti, apakah cashback atau promo itu sudah jadi pricing apa enggak. Karena promo dan cashback itu ada hanya dalam jangka waktu tertentu. Enggak bisa terus-menerus," ungkap Guntur.

Besaran tarif, diskon, dan batasan waktu pada ojek online memang telah lama menjadi perhatian KPPU. Apalagi sudah tugas instansinya mengawasi persaingan usaha sesuai dengan Undang-Undang.

Undang-undang yang dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

KPPU juga mengawasi kemitraan dalam berusaha, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 20 Tahun 2008 jo Pasal 31 PP Nomor 17 Tahun 2013.

Baca juga: Keluh Kesah Pengemudi Ojek Online di Tengah Perang Tarif Aplikator

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X