[POPULER MONEY] BCA Tak Ikut Pindahkan Kantor Pusat | Iuran BPJS Kesehatan Diusulkan Naik 100 Persen

Kompas.com - 28/08/2019, 05:59 WIB
Ilustrasi BCA. SHUTTERSTOCKIlustrasi BCA.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur tidak diikuti oleh korporasi.

Seperti BCA, bank ini memilih untuk tidak memindahkan kantor pusatnya yang saat ini di Jakarta. Berita tersebut menjadi terpopuler di kanal Money sepanjang hari kemarin, Selasa (27/8/2019).

Berita lainnya yang juga terpopuler adalah Menteri Keuangan usul agar iuran BPJS Kesehatan naik 100 persen.

Berikut daftar berita terpopuler sepanjang hari kemarin: 

1. Bos BCA Tak Minat Pindahkan Kantor Pusat ke Ibu Kota Baru

Pemerintah telah menetapkan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru Indonesia. Meski demikian, Presiden Joko Widodo menyatakan pusat bisnis dan keuangan nasional akan tetap berada di Jakarta.

Hal ini pula yang membuat Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk ( KOMPAS100: BBCA) Jahja Setiatmadja tak berminat memindahkan kantor pusat perseroan ke ibu kota baru tersebut.

“Tidak ada rencana dari kami, karena bisnis utama kami menyasar swasta bukan ke pemerintahan. Jadi kantor pusat akan tetap berada di Jakarta,” katanya kepada Kontan.co.id, Selasa (27/8/2019).

Alasan lain yang disebutkan Jahja, karena perseroan di Kalimantan Timur sejatinya masih minim. Meskipun ia tak merincinya. Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kalimantan timur sejatinya memiliki potensi industri perbankan yang mumpuni. Bahkan, Kalimantan Timur paling unggul dibandingkan provinsi lain di Kalimantan. Selengkapnya baca di sini.

2. Menkeu Usul Iuran Peserta BPJS Kesehatan Naik 100 Persen

Kementerian Keuangan memberikan usulan kenaikan pembayaran iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan, besaran kenaikan iuran tersebut mencapai 100 persen.

Artinya, peserta JKN kelas I yang tadinya hanya membayar Rp 80.000 per bulan harus membayar sebesar Rp 160.000. Kemudian untuk peserta JKN kelas II yang tadinya membayar Rp 110.000 dari yang sebelumnya Rp 51.000.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X