Suka Bertransaksi Lewat Aplikasi Digital? Ini Tips Agar Data Pribadi Aman

Kompas.com - 28/08/2019, 11:22 WIB
Ilustrasi fintech www.thinkstockphotos.comIlustrasi fintech

JAKARTA, KOMPAS.com - Era digital saat ini membuat Anda akan selalu bersentuhan dengan aplikasi teknologi finansial (tekfin) atau aplikasi lainnya seperti sosial media.

Bahkan, saking banyaknya aplikasi, Anda lupa aplikasi apa saja yang pernah Anda buat username, password, hingga akhirnya login.

Tak jarang, hal-hal seperti ini membuat Anda mungkin saja terjebak dan masuk ke dalam situs-situs maupun aplikasi tidak aman. Untuk itu, simak tips berikut ini agar Anda mampu memilah saat menggunakan aplikasi fintech maupun media sosial:

1. Pastikan Data Wajar dan Aman

Pastikan data-data yang Anda masukkan dan input ke dalam aplikasi sosial media maupun tekfin wajar dan aman.

Misalnya, bagi fintech dengan cluster financial planner maupun P2P lending meminta data gaji Anda mungkin sangat wajar. Tapi fintech lain yang sama sekali tidak berhubungan dengan gaji, nampaknya perlu dihindari.

Selain wajar, pastikan data yang Anda masukkan hanya untuk situs-situs tepercaya. Kendati aman, SVP Financial Products Traveloka, Alvin Kumarga mengatakan, Anda pun perlu melengkapi data tersebut agar bisa dicek maupun dilacak saat terdapat tindakan yang mencurigakan.

"Banyak platform fintech memakai data pribadi yang diinput sebagai patokan untuk keamanan (security). Misalnya, kalau cuma ada email, tapi enggak ada nomor ponsel, itu dari sisi security tidak kuat. Jadi pastikan semua lengkap," kata Alvin Kumarga di Jakarta, Selasa (28/8/2019).

2. Jangan Sebarluaskan Data Pribadi

Alvin mengatakan, jangan menyebarluaskan data pribadi Anda dengan sangat bebas. Salah satunya dengan membuat username dan password yang sama di semua aplikasi. Ada baiknya, buatlah password berbeda di tiap aplikasi.

Baca juga : Soal UU Perlindungan Data Pribadi Fintech, Ini Kata OJK

"Kalau sama nanti satu kebobolan, semua kebobolan. Jadi jangan samakan. Anda juga bisa memanfaatkan fitur password yang di-encript sehingga lebih aman," ujar Alvin.

3. Pilih aplikasi Tekfin yang Terdaftar di OJK

Sebelum memulai transaksi di fintech, mulainya mengecek tekfin tersebut di laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital, Triyono mengatakan, pilihlah tekfin yang telah terdaftar maupun berizin di OJK.

"Bertransaksilah dengan yang sudah terdaftar di OJK. Kalau enggak, akan sulit kami memantaunya. Karena apa? OJK hanya memiliki kekuatan hukum untuk aplikasi yang sudah berizin di OJK. Kalau kita tidak memberi izin, bagaimana kita bisa memberi sanksi dan memberhentikan izinnya?" pungkas Triyono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X