BI Prediksi Ekonomi RI Tumbuh Lebih Baik pada 2020

Kompas.com - 28/08/2019, 14:11 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia (BI). SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Indonesia (BI).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia ( BI) optimistis ekonomi Indonesia di 2020 mendatang tumbuh positif atau lebih baik.

Pertumbuhan ekonomin Indonesia tahun depan diprediksi berkisar antara 5,1-5,5 persen.

"Kami melihat prospek ekonomi pada 2020 itu sangat baik. Kami melakukan preemptive action (tindakan pencegahan) menurunkan suku bunga untuk mengantisipasi pertumbuhan," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti di, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Destry menyampaikan, pada akhir 2019 nanti pertumbuhan ekonomi berkisar 5,0 persen sampai 5,4 persen. Kondisi ini dinilai tetap bertahan pada angka 5 persen, di tengah ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang telah menyebabkan resesi.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Jadi Alasan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

"Untuk menghadapi kondisi ini kita akan mengoptimalkan domestik ekonomi yang kita miliki. Sebab, perang dagang akan terjadi berkepanjangan," tuturnya.

Dia menuturkan, saat ini BI juga telah mengeluarkan kebijakan pelonggaran moneter dengan menurunkan tingkat suku bunga. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi perbankan untuk bisa menyalurkan kredit.

Sehingga, dengan likuiditas yang baik, maka perbankan bisa menekan suku bunga kredit. Di samping itu, Destry juga memprediksi inflasi masih akan terjaga di angka 3 persen plus-minus 1 selama 2020.

Sebelumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,05 persen pada kuartal-II 2019. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 5,27 persen.

Baca juga: Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2020 Capai 5,3 Persen

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-II 2019 ini juga lebih rendah dibandingkan dengan kuartal-I 2019 yang sebesar 5,07 persen.

"Pertumbuhan ekonomi lebih lambat dibandingkan kuartal I 2019 yang sebesar 5,07 perse dan jauh lebih lambat dibanding kuartal II-2019 sebesar 5,27 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2019 masih memperlihatkan tren pertumbuhan melambat. Ini adalah dampak dari memburuknya kinerja ekspor akibat dari perang dagang antara AS dan China.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X