AIIB Siap Danai Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia

Kompas.com - 29/08/2019, 15:39 WIB
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAYFoto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Investasi Infrastruktur Asia ( AIIB) mempertimbangkan kemungkinan untuk menjadi salah satu sumber pendanaan pemerintah dalam membangun ibu kota baru kelak.

Adapun pada Senin (26/8/2019) lalu, Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan mengenai lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur, tepatnya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

"Ya kalau mereka bicara sama kita tentu kita akan pertimbangkan," ujar Vice President, Chief Administration Officer Luky Eko Wuryanto di Jakarta, Kamis (28/8/2019).

Baca juga: Bappenas: UU Belum Terbit, Pembangunan Ibu Kota Seperti Bangun Kota Baru

Luky menjelaskan, hingga saat ini belum ada pembicaraan dengan pemerintah mengenai potensi pendanaan ibu kota baru. Walaupun demikian, pihaknya menyambut baik rencana tersebut.

"Teman-teman dari AIIB sih menyambut baik rencana tersebut. Artinya kalau memang nantinya mengajukan agar AIIB men-support kita akan pertimbangkan dengan kriteria yang sudah disebutkan," jelas dia.

AIIB merupakan lembaga keuangan multilateral yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat sosial dan ekonolmi negara-negara di kawasan Asia dan sekitarnya. AIIB baru mulai beroperasi pada tahu 2016 lalu, dan saat ini telah menyalurkan pendanaan hingga 8,53 miliar dollar AS dengan 46 proyek yang telah disetujui.

Baca juga: Pembangunan Ibu Kota Baru Dianggap Ilegal, Ini Kata Kepala Bappenas

Beberapa tema prioritas yang menjadi kriteria dari pendanaan AIIB merupakan infrastruktur yang berkelanjutan, mendukung konektivitas antar negara, juga memobilisasi modal swasta.

Adapun pemerintah dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur ibu kota baru diperkiraan membutuhkan pendanaan hingga Rp 466 triliun. Kebutuhan tersebut sebagian besar bakal didapatkan melalui Kerja Sama Badan Usaha (KPBU).

"Jadi itu adalah tantangan yang besar. Tapi ya why not? Butuh ada komitmen untuk itu dan mestinya all out," jelas Luky.

Baca juga: Ketika Pemerintah Dicurigai Ada Maksud Terselubung dalam Pemindahan Ibu Kota



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Jumlah Penduduk Indonesia yang Lahir Sebelum Kemerdekaan 1945

Ini Jumlah Penduduk Indonesia yang Lahir Sebelum Kemerdekaan 1945

Whats New
Wishnutama Akan Diangkat sebagai Komisaris Utama Telkomsel?

Wishnutama Akan Diangkat sebagai Komisaris Utama Telkomsel?

Whats New
Airlangga: Ada 1.700 Bidang Usaha yang Dibuka untuk Investasi

Airlangga: Ada 1.700 Bidang Usaha yang Dibuka untuk Investasi

Whats New
Erick Thohir ke Pelaku Usaha: Jangan Kalah, Terus Bikin Gebrakan

Erick Thohir ke Pelaku Usaha: Jangan Kalah, Terus Bikin Gebrakan

Whats New
Cek Besaran Lengkap Tunjangan Tambahan PNS untuk Jabatan Fungsional

Cek Besaran Lengkap Tunjangan Tambahan PNS untuk Jabatan Fungsional

Whats New
Pemerintah Klaim Rasio Utang RI Lebih Rendah daripada Malaysia hingga Vietnam

Pemerintah Klaim Rasio Utang RI Lebih Rendah daripada Malaysia hingga Vietnam

Whats New
Agar Nasabah Tak Salah Paham, Agen Asuransi Perlu Jelaskan Hal Ini

Agar Nasabah Tak Salah Paham, Agen Asuransi Perlu Jelaskan Hal Ini

Spend Smart
5 Orang Tewas Diduga Akibat Kebocoran Gas, Operasional PLTP di Mandailing Natal Dihentikan Sementara

5 Orang Tewas Diduga Akibat Kebocoran Gas, Operasional PLTP di Mandailing Natal Dihentikan Sementara

Whats New
Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Pemerintah Tambah 8 Aturan Turunan UU Cipta Kerja

Whats New
Buka Toko Online di Blibli, Hypermart hingga Hyfresh Tebar Diskon

Buka Toko Online di Blibli, Hypermart hingga Hyfresh Tebar Diskon

Whats New
Menaker Beberkan 9 Strategi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

Menaker Beberkan 9 Strategi Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

Whats New
Dorong Milenial Berinvestasi, Manulife, OVO dan Bareksa Luncurkan MOBLI

Dorong Milenial Berinvestasi, Manulife, OVO dan Bareksa Luncurkan MOBLI

Whats New
Agar Tak Merasa Rugi, Pahami Dulu Beda Unitlink dengan Tabungan Bank

Agar Tak Merasa Rugi, Pahami Dulu Beda Unitlink dengan Tabungan Bank

Spend Smart
Hypermart hingga Hyfresh Buka 23 Toko Online di Blibli

Hypermart hingga Hyfresh Buka 23 Toko Online di Blibli

Whats New
Akuisisi Air Mancur Group, Combiphar: Ini Warisan Indonesia, Sayang Jika Diambil Asing

Akuisisi Air Mancur Group, Combiphar: Ini Warisan Indonesia, Sayang Jika Diambil Asing

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X