BNI Tegaskan Belum Naikkan Bunga KPR

Kompas.com - 29/08/2019, 17:09 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menegaskan hingga saat ini belum menaikkan suku bunga Kredit Pembiayaan Rumah ( KPR) Griya setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI7 Days Reverse Repo Rate (B7DRRR).

Direktur Konsumer BNI Tambok P Setyawati mengatakan, saat ini bunga KPR bank berkode 46 tersebut disesuaikan dengan kondisi pasar.

Hingga saat ini, seluruh nasabah masih menggunakan bunga berjalan yang sudah berlaku. Meski, dirinya mengungkapkan BNI sempat mengkaji ulang bunga KPR untuk nasabah-nasabah lama yang sudah habis masa promo.

"Untuk nasabah dengan bunga floating memang setiap bulan kami review. Tapi hingga saat ini belum ada kenaikan suku bunga mengingat saat ini BI baru menurunkan suku bunga acuan," ujar dia di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Cicilan KPR Bisa Naik Tiba-tiba, Bagaimana Cara Pilih KPR yang Tepat?

Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini. Pertama kali suku bunga acuan turun dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2019, sebesar 25 basis poin (bps) dari 6 persen menjadi 5,75 persen.

Sementara pada Agustus 2019, dalam rangka menjaga stabilitas keuangan dan sekaligus mendorong perekonomian, BI memutuskan kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dari 5,75 persen menjadi 5,5 persen.

Adapun dalam kabar yang sempat beredar yaitu nasabah BNI Griya mendapat informasi kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 50 bps, dari 13,5 persen menjadi 14 persen. Adapun kenaikan suku bunga kredit KPR tersebar melalui sms.

Tambok pun menegaskan BNI belum pernah menaikkan suku bunga kredit selama 3 tahun ini.

Baca juga: Bunga KPR Naik, Penjualan Rumah Jadi Seret

Saat ini, suku bunga KPR BNI Griya masih di kisaran 9 persen hingga 13,5 persen. Tambok menjelaskan, terdapat beberapa hal yang menentukan besaran suku bunga KPR dari setiap nasabah sesuai dengan profil risikonya.

Misalnya saja, nasabah dengan payroll di BNI atau memiliki tabungan di BNI bisa mendapatkan bunga KPR yang lebih rendah dengan nasabah lain.

"Karena kalau mereka payroll di BNI, pasti transaksinya lebih banyak dan itu risiko mereka akan lebih rendah," ujar dia. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X