Forever 21 Dikabarkan Bakal Bangkrut

Kompas.com - 29/08/2019, 17:44 WIB
Suasana gerai Forever 21 di South State Street, Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 8 Agustus 2014. Timothy Hiatt/Getty Images/AFPSuasana gerai Forever 21 di South State Street, Chicago, Illinois, Amerika Serikat, 8 Agustus 2014.

NEW YORK, KOMPAS.com - Jaringan ritel mode global Forever 21 diakabarkan tengah mengalami potensi kebangkrutan.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (29/8/2019), perusahaan tersebut saat ini tengah mempertimbangkan pengajuan pailit untuk merestrukturasi utang.

Perusahaan mode tersebut tengah melakukan negosiasi untuk mendapatkan pendaan tambahan serta bekerja dengan tim penasihat untuk merestrukturasi utang mereka. Namun, upaya negosiasi dengan kreditur pun terhenti.

Pihak yang mengetahui rencana tersebut juga menyatakan Forever 21 sedang mencari cara untuk bisa mendapatkan debitur potensial yang mampu mengambil alih persahaan ke dalam tahap 11.

Baca juga: Amazon dan Forever 21 Berminat Beli American Apparel yang Bangkrut

Adapun hingga berita ini diterbitkan, pihak Forever 21 tidak memberikan tanggapan kepada Bloomberg.

Dengan mengajukan permohonan pailit, perusahaan bisa melepaskan toko yang tidak menguntungkan dan merekapitalisasi bisnis.

Meski di sisilain hal tersebut juga berisiko menimbulkan masalah bagi beberapa pemilik mall di negara tersebut, seperti Simon Property Group Inc. dan Brookfield Property Partners LP. Pasalnya, Forever 21 adalah salah satu penyewa mal terbesar yang masih berdiri setelah gelombang kebangkrutan di sektor ritel.

Jika akhirnya Forever 21 menutup sejumlah besar toko sebagai bagian dari restrukturisasi, pemili mall bakal kesulitan mengisi ruang yang kosong.

Simon yang bermarkas di Indianapolis menganggap Forever 21 sebagai penyewa terbesar keenamnya di luar department store, dengan 99 outlet seluas 1,5 juta kaki persegi, menurut laporan pada 31 Maret 2019.

Sebagai catatan, Forever 21 didirikan pada tahun 1984, dan telah mengoperasikan lebih dari 800 toko di Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan Amerika Latin.



Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X