Serikat Pekerja BRI dan BTN Dukung Keputusan Suprajarto

Kompas.com - 30/08/2019, 12:23 WIB
Mantan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto di Jakarta, Kamis (29/8/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAMantan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Suprajarto di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Karier Suprajarto sebagai bankir akhirnya ditutup dengan penolakan dirinya menjadi Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ( BTN) menggantikan Maryono yang dicopot dari jabatannya.

Hal tersebut siring dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN yang agendanya didasarkan pada usulan Surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Serikat pekerja BTN dan BRI pun mendukung langkah penolakan Suprajarto tersebut. Menurut mereka, seharusnya Kementerian BUMN menjalankan prosedur penggantian tugas yang jelas dan adil.

"Artinya Pak Supra sebagai person, seorang pegawai bank BUMN atau pejabat BUMN berhak memperoleh prosedur penggantian atau keputusan-keputusan dari pemberi tugas melalui prosedur yang fair, transparan, bersifat terbuka dan memberi rasa keadilan," ujar Ketua Serikat Pekerja BTN Satya Wijayantara ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (30/8/2019).

"Harusnya secara etik Pak Supra diajak bicara ada penugasan yang baru, tapi bukan dengan cara yang bersifat ujug-ujug, tiba-tiba seperti itu. Sehingga memberi kesan like and dislike. Untuk itulah kita mendukung sikap Pak Supra," jelas dia.

Baca juga: Suprajarto, Mantan Dirut BRI yang Tolak Jadi Dirut BTN

Adapun dalam keterangan yang diterima Kompas.com, serikat pekerja BRI dan BTN menilai pemberian tugas kepada Suprajarto sebagai Direktur Utama BTN setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama BRI sebagai pelecehan profesi yang berpotensi menimbulkan kemarahan bagi ribuan alumni BRI juga BTN.

"Karena penugasan diberikan dari  BRI kepada  BTN yang dari ukuran kapasitasnya Bank BTN jauh lebih kecil dari BRI (aset Bank BTN 25 persen aset BRI)," jelas keterangan tersebut.

Pihak serikat pekerja pun meminta agar Menteri BUMN Rini Soemarno menghormati prinsip-prinsip pemerintahan yang baik dan pelaksanan manajemen karir bagi bankir secara adil.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X