Bank Mandiri Sebut Kabar Dituntut Nasabah Rp 800 Triliun Hoaks

Kompas.com - 30/08/2019, 12:43 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri. SHUTTERSTOCKIlustrasi Bank Mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membantah soal kabar bank pelat merah tersebut bakal dituntut nasabah karena menghilangkan dana nasabah yang bersangkutan sebesar Rp 800 triliun.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menegaskan berita yang beredar tersebut hoaks.

"Kami meluruskan berita saja, ada berita aneh bahwa ada nasabah yang mengaku menerima transfer dana sebesar 50 miliar euro ekuivalen Rp 800 triliun dari keluarga Raja Salman melalui Barclays Bank London ke Bank Mandiri dan Bank Mandiri ngumpetin dananya. Saya mau menyakinkan semua orang bahwa berita ini hoaks," kata Rohan di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Rohan mengatakan, perbankan tidak mungkin menghilangkan dana sebesar Rp 800 triliun. Pasalnya aliran dana yang terlalu besar akan melibatkan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dipantau PPATK.

Pun dia tidak pernah menerima komplain dari si pengirim dana yang disinyalir dari keluarga Raja Salman setelah ramai di pemberitaan.

Baca juga: Usai Sistem Error, 99 Persen Saldo Nyasar Bank Mandiri Sudah Kembali

"Kami perbankan selalu diawasi oleh regulator yang berwenang. Bahkan, dengan jumlah tertentu yang hanya beberapa ratus juta saja kami harus sudah lapor PPATK. Itu peraturan wajib enggak boleh lolos. Dan pengelolaan transfer-mentransfer itu melalui BI," jelas Rohan.

Dia pun membantah pengiriman uang dari Barclays Bank, London, tersebut melalui "jalur belakang". Dia menegaskan, di dunia ini tidak ada satupun pengiriman uang di perbankan yang bisa menggunakan "jalur belakang".

"Kirim uang di dunia ini hanya dengan menyebutkan nomor rekening tujuan dan atas nama siapa. Enggak ada jalur belakang. Sangat tidak masuk akan sekali jawabannya melalui jalir belakang," tuturnya.

Rohan justru merasa bingung bagaimana perbankan bisa lolos jika menerima dana Rp 800 triliun dan mengumpeti dana tersebut.

"Bagaimana menghilangkan dana Rp 800 triliun di Bank Mandiri? Kalau umpetin di bank, bagaimana umpetinnya? Kalau kita sudah punya Rp 800 triliun sudah jadi orang terkaya di dunia kali. Kalau benar mengumpeti, aset kamu sudah melonjak tajam," pungkas Rohan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X