Bank Mandiri: Kalau Kasus Dana Rp 800 Triliun Itu Benar, Pemerintah Sudah Bisa 2 Kali Pindah Ibu Kota

Kompas.com - 30/08/2019, 14:31 WIB
Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas saat menjelaskan kronologi dan mengkonfirmasi pemberitaan hoax soal dana nasabah Rp 800 triliun di Jakarta, Jumat (30/8/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYACorporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas saat menjelaskan kronologi dan mengkonfirmasi pemberitaan hoax soal dana nasabah Rp 800 triliun di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas menegaskan berita soal penuntutan nasabah karena menyembunyikan dana Rp 800 triliun itu hoaks.

Pasalnya, dana sebesar itu sudah bisa membuat aset Bank Mandiri melonjak tajam dan menjadi orang terkaya di dunia. Pun membuat RI bisa dua kali pindah ibu kota.

"Kami sampaikan sekali lagi itu hoaks, kalau umpetin di bank bagaimana umpetinnya? Kalau memang benar Rp 800 triliun mungkin sudah jadi orang terkaya di dunia. Pemerintah juga bisa dua kali pindah ibu kota," kata Rohan Hafas di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Rohan mengatakan hal itu bukan sembarangan. Pasalnya, memindahkan ibu kota hanya memerlukan dana Rp 466 triliun, lebih sedikit ketimbang dana nasabah yang disinyalir hilang Rp 800 triliun.

"Pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan saja dananya Rp 400-an triliun. Jadi hoaxnya ini sudah pasti," pungkas dia.

Lebih lanjut Rohan menilai, peristiwa hoax yang bukan sekali ini seperti memiliki sistematika maupun benang merah yang perlu diteliti lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Sebab, Olsson dan perusahaannya menjadi nasabah kredit macet Bank Mandiri.

"Itu memang kami lihat nasabah kami, tapi nasabah kredit. Kreditnya Rp 5 miliar dan sejauh ini sedang menunggak pembayaran. Saya tidak mengerti kaitannya perusahaan asing (PT SSS) dengan dia yang menerima uang," kata Rohan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X