Kampanye Kendaraan Listrik, Luhut Minta Jangan Ada Ego Sektoral

Kompas.com - 31/08/2019, 09:53 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Sabtu (31/8/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Sabtu (31/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo pada pertengahan bulan Agustus telah meneken Peraturan Presiden Perpres No. 55/2019 tentang Percepatan Progam Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan dan telah diundangkan sejak 12 Agustus 2019.

Untuk meningkatkan gaung penggunaan kendaraan listrik sebagai salah upaya pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, pemerintah pun mengadakan pameran kendaraan listrik sekaligus konvoi dengan rute Monas - Bundaran HI - Monas.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, dalam rangka meningkatkan penggunaan listrik, perlu dilalukan sinergi pejabat pemerintahan.

"Pemerintah terus terang berpihak pada produk dalam negeri. Apa yang dibuat sangat bagus. Jadi sinergi pejabat pemerintah penting. Jangan ada ego sektoral," ujar Luhut di Jakarta, Sabtu (31/8/2019). 

Baca juga: Kemenperin Sebut Industri Baterai Kendaraan Listrik Bakal Terus Berkembang

Luhut mengatakan, dengan penggunaan energi fosil, tingkat polusi Jakarta yang cukup tinggi bisa berkurang signifikan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Selain itu, menurut Luhut rantai pasok produksi kendaraan listrik di Indonesia sudah mulai berjalan.

"Morowali salah satu project, mulai dari nikel, lithium battery akan jalan dan itu buatan bangsa kita sendiri," ujar dia.

Adapun Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mentatakan, harapannya, dengan keberadaan Perpres No. 55 Tahun 2019 diharapkan bahan bakar listrik juga bisa diimplementasikan di kendaraan umum.

"Bagaimana PP 55 bisa diterima baik oleh masyarakat, stakeholder dan Bapak Presiden minta ini dijalankan untuk kendaraan umum pada khususnya," ujar dia.

Selain Luhut dan Budi Karya, hadir pula Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir. Keempatnya pun turut serta dalam konvoi dengan mengendarai motor listrik merek Gesits yang diproduksi oleh Gesits Technologies Indo (GTI).

Baca juga: Tiga Janji Kemenhub untuk Pemilik Mobil Listrik



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X