Asosiasi Vape Mulai Manfaatkan Akar dan Batang Tembakau dari Petani

Kompas.com - 01/09/2019, 14:00 WIB
 Ketua Asosiasi Vaporizer Bali (AVB), Gede Agus Mahardika di Seoul, Korea Selatan, Kamis (29/8/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANA Ketua Asosiasi Vaporizer Bali (AVB), Gede Agus Mahardika di Seoul, Korea Selatan, Kamis (29/8/2019)

SEOUL, KOMPAS.com - Asosiasi vaporizer siap menyerap akar dan batang tembakau untuk bahan baku penghasil nikotin dari petani.

Ketua Asosiasi Vaporizer Bali (AVB) Gede Agus Mahardika mengatakan, asosiasi vape di Indonesia sudah melalukan uji coba pemanfaatkan akar dan batang tembakau.

"Jadi termasuk akar dan batangnya sekarang bisa dimanfaatkan," ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com di sela-sela Asia Harm Reduction Forum (AHRF) ke-3 di Seoul, Korea Selatan, Kamis (30/8/2019).

Selama ini, akar dan batang tembakau kerap dibuang petani. Sementara itu, bahan baku yang dijual untuk rokok hanya daun tembakau.

Baca juga: Dikenakan Tarif Cukai, Harga Liquid Vape Akan Naik?

Namun,dengan kajian asosiasi vaporizer, petani tidak perlu membuang akar dan batang tembakau, justru keduanya bisa dijual kepada pelaku usaha vape.

"Kami mulai belajar gimana buat nikotin ambilnya dari batang dan akar tembakau. Jadi yang dibuang tadi justru dimanfaatkan," kata dia.

"Selama ini akar dan batang tembakau kan dibuang, jadi otomatis itu jadi sumber pendapatan baru kan buat petani. Nah jadi petani tembakau enggak usah cemas (bisnis vape memukul pendapatan petani)," sambung dia.

Selama ini kehadiran produk tembakau alternatif termasuk vape memang masih menuai pro dan kontra. Sebagian pihak menilai produk ini bisa memukul industri rokok, termasuk petani tembakau di dalamnya.

Baca juga: Produk Tembakau Alternatif Potensial Kerek Pendapatan Petani

Tak hanya itu, produk tembakau alternatif juga menuai pro dan kontra dari sisi kesehatan. Ada yang bilang risikonya lebih rendah dari rokok, namun ada juga yang bilang sana saja.

Namun di tengah pro kontra itu, pelaku-pelaku usaha UMKM yang menjual vape terus bermunculan. Di Bali saja kata Gede, ada 68 toko penjual vape yang masuk ke asosiasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Seleksi CPNS dan PPPK Segera Dibuka, BKN Matangkan Persiapan

Whats New
Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Mau Ekspor Mobil ke Australia, Pemerintah Bakal Lobi Produsen Asal Jepang

Whats New
Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Kini Investor Asing Bisa Cari Harta Karun Bawah Laut di Indonesia

Whats New
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia dan KLHK Beri Pelatihan untuk Petani Hortikultura

Rilis
[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

[TREN BISNIS KOMPASIANA] Corporate Culture, Berdamai dengan Pandemi | Elegi Toko Buku | Bisnis Jengkol yang Menjanjikan

Rilis
Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Peserta Kartu Prakerja Diminta Segera Tautkan Nomor Rekening dan E-Wallet

Whats New
Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Cegah Korupsi, 27 BUMN Kerja Sama dengan KPK

Rilis
Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Kabar Gembira, BRI Turunkan Suku Bunga Kredit untuk Semua Segmen

Spend Smart
Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Perpres tentang Investasi Miras Dicabut, Bagaimana Nasib Usaha Eksisting?

Whats New
BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

BEI Minta Gojek dkk Segera Listing di Pasar Modal

Whats New
Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Tarif Listrik Tenaga Surya Makin Murah, PLTU akan Bersaing dengan Energi Terbarukan

Whats New
Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Soal Salah Transfer Rp 51 Juta Berujung Pidana, Ini Faktanya Versi BCA

Whats New
BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

BKPM: Izin Pembangunan Industri Miras Sudah Ada sejak 1931

Whats New
Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Startup Madeinindonesia.com Fasilitasi UKM Lakukan Ekspor ke Berbagai Negara

Whats New
Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Bank Sahabat Sampoerna Akan Kian Agresif Garap Digital Banking

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X