Indonesia Punya Potensi Bisnis Sustainable Fashion, Ini Alasannya

Kompas.com - 03/09/2019, 06:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis dengan potensi industri fesyen berkelanjutan (sustainable fesyen) di Indonesia. Sebab, Indonesia telah mampu memroduksi bahan baku untuk produk fesyen berkelanjutan, yaitu viscose rayon.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menjelaskan, saat ini tren penerapan sustainable fashion semakin berkembang seiring dengan gerakan dunia.

Mereka menuntut pelaku industri termasuk tekstil untuk lebih ramah lingkungan di tengah tingginya kesadaran akan kebutuhan produk yang sustainable.

"Kami optimistis Indonesia dapat menjadi pemain besar di segmen pasat sustainable fashion dengan memanfaatkan sumber bahan baku tekstil yang bisa kita produksi sendiri dalam negeri," ujar Shinta di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Kadin Minta Pemerintah Lebih Selektif dalam Pemilihan Investor Asing di Sektor Multi Moda

Sebagai informasi, viscose rayon adalah serat benang yang berasal dari pohon dan dapat terurai secara alami. Selain terbarukan, viscose rayon juga memiliki sifat-sifat seperti sejuk, nyaman, warna yang lebih cerah serta dapat digabung dengan bahan mentah tekstil lainnya seperti katun dan polyester.

Viscose rayon dapat diterapkan ke berbagai produk sepeni pakaian, kebutuhan rumah tangga hlngga alat kesehatan dan kecantikan.

Di Indonesia, saat ini terdapat PT Asia Pacific Rayon (APR) sebagai produsen viscose rayon.

Permintaan viscose rayon sendiri diprediksi akan terus meningkat seiring bergaungnya gema sustainable fashion.

Fibre2fashion memprediksi konsumsi viscose rayon di 2023 akan meningkat secara signifikan di wilayah Asia Pasiflk dengan potensi pertumbuhan tertinggi di China sebesar 6,1 persen, diikuti oleh India sebesar 7,2 persen dan Indonesia sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun inl

”Produk serat rayon kami blsa terlacak serta sustainable," ujar Direktur APR Basrie Kamba.

Sekjen Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan saat ini pihaknya terus mengkaji tantangan dalam lndustri tekstil dan produk tekstil. Di sisi lain, juga memperbaiki kinerjanya serta membuka keran investasi tekstil sebagai substitusi impor.

"Kami pun mendorong penggunaan bahan baku tekstil yang bisa diproduksi dari dalam negerl seperti viscose rayon ini," ujarnya.

Baca juga: Ekonomi Global Melambat, Kadin Minta Pemerintah Genjot Pertumbuhan Domestik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Rekrutmen Bersama BUMN Gelombang II Ditutup Besok, Simak Cara Daftarnya

Work Smart
Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Sepanjang 2022, OJK Tindak 618 Pinjol Ilegal

Whats New
Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Work Smart
Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Whats New
Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Whats New
Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Whats New
Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Whats New
ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

Whats New
Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Whats New
Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Whats New
Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Whats New
 Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Whats New
Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Whats New
Bapanas Sebut Beras Impor untuk Cadangan, Tidak Dikeluarkan secara Bebas

Bapanas Sebut Beras Impor untuk Cadangan, Tidak Dikeluarkan secara Bebas

Whats New
Talenta Digital Data Center RI Masih Minim, Padahal Potensi Industrinya Besar

Talenta Digital Data Center RI Masih Minim, Padahal Potensi Industrinya Besar

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.