Krisis Ekonomi Kian Dalam, Argentina Kontrol Mata Uang

Kompas.com - 03/09/2019, 07:12 WIB
Presiden Argentina Mauricio Macri. (AFP/Diana Sanchez) Presiden Argentina Mauricio Macri. (AFP/Diana Sanchez)

BUENOS AIRES, KOMPAS.com - Pemerintah Argentika telah memberlakukan kontrol mata uang sebagai upaya menstabilkan pasar keuangan. Sebab, ekonomi terbesar ketiga di kawasan Amerika Latin tersebut tengah menghadapi risiko krisis yang kian dalam.

Adapun dikutip dari CNBC, langkah-langkah sementara tersebut memungkinkan pemerintah membatasi pembelian mata uang asing setelah terjadi kemerosotan nilai mata uang peso yang sangat sensitif.

Saat ini, semua perusahaan harus meminta izin dari bank sentral Argentina untuk menjual peso dan membeli mata uang asing untuk melakukan transfer ke luar negeri.

Baca juga: Dilanda Resesi, Menteri Ekonomi Argentina Mengundurkan Diri

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan pada Minggu (1/9/2019) lalu, pemerintah mengatakan kontrol mata uang diperlukan untuk memastikan perekonomian berfungsi secara normal.

Langkah terbaru tersebut mengikuti pengumuman pemerintah untuk menunda pembayaran utang sebesar 100 miliar dollar AS. Lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P) mengatakan, surat utang tersebut telah masuk dalam ketgori default atau berpeluang gagal bayar.

Berbagai perhitungan tersebut tentu mengejutkan bagi pemerintahan Mauricio Macri. Sebab, sejak dirinya menjabat pada Desember 2015 telah mengambil langkah yang cukup besar dengan memangkas kontrol modal yang ketat yang telah ada sejak 2011.

Pemerintahan Macri dan bank sentral pun berusaha untuk menopang kepercayaan pasar keuangan menjelang pemilihan presiden pada 27 Oktober mendatang.

Baca juga: Resmi, Indonesia akan Ekspor Buah ke Argentina

Adapun Dana Moneter Internasional ( IMF) tidak ingin menjadi pihak yang menarik Argentina lebih dalam kepada resesi.

Pasalnya, saat ini Argentina tengah menghadapi masa-masa terberatnya setelah dalam pemilihan primer, Mauricio Marci yang ramah bisnis menghadapi kekalahan suara dibanding oposisi Alberto Fernandez serta pasangannya Cristina Fernandez de Kirchner.

Nilai tukar peso pun jatuh ke titik terendahnya bulan lalu, atau merosot hingga lebih dari 30 persen sejak pemilihan umum pada Agustus 2019.

Pelaku pasar mengharapkan beberapa bentuk kontrol modal dari pemerintah Argentina. Namun, ada yang khawatir langkah itu dapat membahayakan pencairan dana IMF terbaru dari program bailout bersejarah senilai 57 miliar dollar AS.

James Athey, manajer investasi senior di Aberdeen Standard Investments, mengatakan kepada di CNBC bahwa ia masih percaya IMF akan mengirimkan lagi 5,4 miliar dollar AS ke Argentina akhir bulan ini.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X