Danamon-BNP Resmi Merger, Bagaimana Nasib Nasabahnya?

Kompas.com - 03/09/2019, 07:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) anggota dari Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) telah menyelesaikan proses penggabungan usaha secara operasional.

Berdasarkan keterangan tertulis manajemen, nasabah kedua bank sudah dapat menggunakan layanan Danamon sebagai bank yang menerima penggabungan, seperti kantor cabang, ATM dan mobile banking milik Danamon.

"Nasabah Bank Yang Bergabung sudah dapat menikmati beragam produk dan layanan Bank Danamon, jaringan nasional yang terdiri dari 464 cabang dan 1.400 mesin ATM serta akses kepada lebih dari 60.000 mesin ATM melalui jaringan ATM Bersama, PRIMA, dan ALTO yang tersebar di 34 propinsi," jelas keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (2/3/2019).

Baca juga: Saham Bank Danamon Merosot Terus, Apa Sebabnya?

"Selain itu, nasabah mendapatkan akses kepada layanan Digital Banking Bank Danamon, termasuk Internet Banking, Mobile Banking, dan SMS Banking," sebut keterangan tertulis tersebut lebih lanjut.

Sebagai informasi, proses merger Bank Danamon dan BNP didahului dengan proses akuisisi MUFG terhadap saham Danamon sebesar 73,8 persen sehingga menjadi pemegang saham mayoritas. Sebelumnya, porsi kepemilikan saham MUFG terhadap Bank Danamon hanya sebesar 40 persen. MUFG pun saat ini memiliki saham BNP sebesar 67,59 persen dan 7,91 persen baik secara langsung dan tidak langsung.

Dengan demikian, jumlah kepemilikan di kedua bank ini, maka MUFG terkendala aturan kepemilikan tunggal perbankan (Single Presence Policy/SPP) sehingga mau tak mau menurut aturan kedua bank ini harus digabungkan.

MUFG sendiri merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. yang berkedudukan di Jepang. MUFG membeli saham mayoritas Bank Danamon dari Asia Financial (Indonesia) Pte atau AFI.

Sebelum merger, Asia Financial masih memiliki saham di Bank Danamon sebesar 33,83 persen. Selain itu, ada susunan pemegang saham baru di Bank Danamon pasca merger yaitu ACOM, Co. Ltd sebesar 1,31 persen. Sementara sisanya merupakan milik Komisaris/Direksi sebesar 0,04 persen dan masyarakat dengan saham seri A sebesar 0,23 persen dan seri B 25,64 persen.

Adapun AFI secara keseluruhan dimiliki oleh Fullerton Financial Holdings Pte. Ltd, anak perusahaan Temasek Holdings Pte.Ltd., perusahaan investasi yang berkedudukan di Singapura dan dimiliki oleh Kementerian Keuangan Singapura.

Baca juga: Turun 10 Persen, Laba Bank Danamon Rp 1,8 Triliun di Semester I 2019

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.