Cerita Direksi BTN yang Ditinggal Suprajarto, dan Tunjuk Plh Dirut Hanya 2 Jam

Kompas.com - 04/09/2019, 05:15 WIB
Ilustrasi: BTN kantor cabang Tasikmalaya 
KOMPAS.COM/M LATIEFIlustrasi: BTN kantor cabang Tasikmalaya

JAKARTA, KOMPAS.com - Kursi jabatan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kini diduduki oleh Pelaksana harian (Plh) Direktur Utama Oni Febriarto Rajardjo yang sebelumnya merupakan Direktur Commercial Banking.

Ditunjuknya Oni sebagai Plh Direktur Utama menyusul gaduh perombakan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Menteri BUMN Rini Soemarno yang menggeser Direktur Utama PT BRI (Persero) Tbk Suprajarto menjadi Dirut BTN.

Merasa tidak diajak bicara terkait keputusan itu, Suprajarto menolak arahan Rini dan memutuskan untuk mengundurkan diri pada 29 Agustus 2019 lalu. 

Sehingga, posisi yang tadinya dijabat oleh Maryono tersebut berada dalam keadaan kosong.

Baca juga: Suprajarto, Mantan Dirut BRI yang Tolak Jadi Dirut BTN

Menyikapi penolakan Suprajarto untuk memimpin BTN, jajaran manajemen bank ini mengaku langsung mengambil tindakan cepat untuk menunjuk Dirut Plh (pelaksana harian) baru.

"Setelah itu berita ramai, esoknya jam 10 pagi kami langsung rapat dan tentukan Plh Dirut, tak lebih dari 2 jam kami ambil keputusan," kata Direktur Finance, Treasury & Strategy Nixon LP Napitupulu saat berbincang dengan awak media di kantornya, Selasa (3/9/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nixon pun menegaskan, dari segi operasional, tidak ada gangguan dalam proses operasional BTN. Sebab, pengambil alihan jabatan oleh Plh Dirut pun dilakukan secara cepat.

Tak Ingin Berpolemik

Senada dengan Nixon, Oni mengatakan pihaknya saat ini pihaknya juga tengah fokus untuk menjaga kinerja perseroan. Manajemen enggan berpolemik dan memastikan perusahaan masih berjalan normal.

"Kami tak mau berpolemik. Kami berdelapan (jajaran direksi) ini concern soal sistem; infrastruktur dan lainnya, dipikirkan kalau Dirut berhalangan hadir seperti apa. Dengan kondisi yang ada, organisasi ini terus berjalan dengan saya Plh," jelasnya.

Dia juga menegaskan bahwa delapan direksi BTN yang ada saat ini tak akan terpengaruh dengan kekisruhan pergantian direksi itu. Dia menekankan bahwa dewan direksi akan tetap solid.

"Kami BOD (board of directors) kompak dan menyatakan bekerja keras dengan effort luar biasa utk perusahaan ini. Visinya jelas perbesar kapasitas kita jadi bank yg fokus di mortgage tadi (kredit perumahan)," pungkasnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.