Menko Darmin Sebut SDM Masih Jadi Tantangan Digitalisasi

Kompas.com - 04/09/2019, 12:36 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara IFF 2019 di Jakarta, Rabu (4/9/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYAMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara IFF 2019 di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski penetrasi teknologi keuangan atau fintech di Indonesia sangat tinggi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut masih ada berbagai tantangan, salah satunya soal Sumber Daya Manusia.

Darmin menyebut, metode pembelajaran saat ini bersifat praktis sehingga belum mampu mendorong sumber saya manusia ( SDM) untuk berinovasi. 

"Kita selalu belajar ilmu praktis, pertambahan, perkalian, pengurangan, matriks, dan sebagainya. Kita tidak pernah mengembangkan logic sebetulnya, sehingga sekarang ini SDM cukup berkurang yang menguasai basic sampai programmer," kata Darmin dalam Indonesia Fintech Forum 2019 di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Kemnaker Beberkan 4 Hal Penting untuk Ciptakan SDM Berkualitas

Selain itu, Darmin menyebut masih ada 3 tantangan lain dalam pengembangan fintech di Indonesia, antara lain harus bisa mengantisipasi fenomena winner takes all seperti yang terjadi pada perkembangan e-commerce dan rentannya fintech akan risiko pencucian uang (money laundering).

"Tak hanya itu, pemerintah juga perlu memitigasi penyalahgunaan data pribadi dan membuka ruang inovasi. Sebab, fintech harus menjadi pendorong keuangan inklusif saat perbankan tidak mampu menjangkau masyarakat unbankable," ungkap dia.

Adapun langkah yang sudah diambil saat ini, kata Darmin, pemerintah akan fokus untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan vokasi di tahun 2020.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas SDM, Ini 6 Pokok Hal Baru yang Diusung Jokowi 2020

"Kemudian infrastruktur pendukung secara backbone untuk digital Indonesia, pemerintah sudah menyelesaikan masalah stabilitas jaringan di kawasan timur dengan Palapa Ring. Akhirnya Indonesia 100 persen kualitas maupun kecepatan jaringan di semua daerah boleh dikatakan sama," ujar Darmin.

"Saya kira pemerintah akan tetap mengambil peran ke depannya," pungkasnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X