Hingga Akhir Tahun Kemendag Bakal Rampungkan 3 Perjanjian Dagang

Kompas.com - 04/09/2019, 22:49 WIB
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALAMenteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menargetkan tahun ini Indonesia bakal menyelesaikan tiga perjanjian dagang dan investasi. Adapun hingga saat ini sudah ada 14 perjanjian dagang yang terealisasi sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Enggar mengatakan, dengan terealisasinya ketiga perjanjian dagang dan investasi tersebut bakal memperkuat iklim perdagangan dan investasi di dalam negeri.

"Sampai hari ini, sudah ada 14 perjanjian yang dilaksanakan dalam kurun waktu 4 tahun. Sampai akhir tahun kita akan kebut 3 perjanjian lagi, jadi totalnya ada 17 perjanjian dagang dan ekonomi," kata Enggar di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Baca juga: Kalah Saing dengan Vietnam, Mendag Mengaku Ditegur Jokowi

Adapun ketiga perjanjian kerja sama dagang dan ekonomi itu meliputi Indonesia-Korea Selatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA), Indonesia-Taiwan Economic Cooperation Framework Agreement (IT-ECA) dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Enggar mengatakan, dampak dari ke-17 perjanjian perdagangan dan investasi tersebut baru bisa dirasakan secara efektif pada tahun 2020 kelak.

Dengan adanya perjanjian dagang dengan negara-negara di kawasan Asia-Pasifik, para pelaku usaha dan eksportir tak perlu lagi membayar bea masuk. Selain itu, investasi di dalam negeri pun juga bisa terdongkrak dengan kemudahan tersebut.

"Tadinya kita mau ekspor ke satu negara dan harus melalui Singapura, kita kena bea masuk 5 persen di Singapura karena belum ada free trade agreement. Dengan adanya perjanjian dagang kan dimudahkan," katanya.

Selain itu, pemerintah juga bakal mengombinasikan staf Kementerian Perdagangan dengan tenaga marketing profesional. Sehingga, aktifitas promosi dalam negeti benar-benar dilakukan oleh tenaga yang ahli di bidang tersebut.

Enggar pun mengatakan, dirinya sudah mengomunikasikan formasi ASN profesional tersebut dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Kita sudah persiapkan ke Menpan RB mengenai formasi itu, promotion activites bisa dilakukan dari profesional yang ada dan bahkan kita rumuskan bagaimana agar bisa memfasilitasi transaksi yang ada," ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kimia Farma Diagnostika Buka Lowongan untuk Fresh Graduate Lulusan D3

Kimia Farma Diagnostika Buka Lowongan untuk Fresh Graduate Lulusan D3

Whats New
Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Menhub Minta Masyarakat Tidak Pergi Bersamaan di H+2 Lebaran

Whats New
Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Harga Daging Sapi Melonjak Sampai Rp 170.000/Kg

Whats New
Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Simak Jadwal KRL Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo Saat Lebaran

Whats New
Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Seperti Apa Kehidupan Ekonomi Warga Palestina?

Whats New
KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

KRL Yogyakarta-Solo Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran

Whats New
[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

[TREN OLAHRAGA KOMPASIANA] Inter Milan Diambang Kebangkrutan | Perebutan Jatah Liga Champions di Liga Inggris | Child Abuse Olahraga Gymnastic

Rilis
[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Tantangan bagi yang Punya Target Hidup | 4 Cara Efektif dalam Membuat Keputusan yang Lebih Baik | Syarat Absurd Lowongan Kerja

Rilis
Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Ada Larangan Mudik, Pengusaha Rest Area Rugi Rp 20 Miliar

Whats New
Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Penutupan Outlet Tanpa PHK, BNI: Karyawan Bakal Dipindahkan atau Dialihfungsikan

Whats New
H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

H-1 Lebaran, Posko THR Kemnaker Tampung 977 Aduan Masyarakat

Rilis
Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Pengusaha Tak Bayar THR Pegawai, Siap-siap Kena Sanksi dan Denda

Whats New
Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Larangan Mudik, Omzet Tenant di Rest Area Anjlok tetapi Tak Bisa Tutup...

Whats New
BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

BSI Siapkan Dana Rp 6,37 Triliun Saat Lebaran 2021

Rilis
Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Telkomsel Bertemu Huawei, Ini Kesepakatan yang Dihasilkan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X