Beli SBR008 untuk Investasi, Bayarnya Bisa Lewat E-commerce

Kompas.com - 05/09/2019, 14:10 WIB
Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Loto Srinaita Ginting, Jakarta, Kamis (5/9/2019) Dok Kementerian Keuangan Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu Loto Srinaita Ginting, Jakarta, Kamis (5/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah secara resmi membuka masa penawaran instrumen investasi surat utang negara Saving Bond Ritel atau SBR008 pada hari ini.

Bagi Anda yang berminat, kini pembayaran SBR008 sudah bisa melalui flatform e-commerce. Hal ini setelah pemerintah menggandeng Tokopedia, Bukalapak dan Finnet.

"Mereka sebagai lembaga persepsi artinya metode pembayaran untuk investasi di SBR tidak hanya melalui jalur ATM atau mobile banking," ujar Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Loto Srinaita Ginting, Jakarta, Kamis (5/8/2019).

"Jadi kini pembayaran bisa juga melalui kanal pembayaran yang difasilitasi oleh Tokopedia dan dua lembaga persepsi lainnya. Bisa pakai virtual account, kartu kredit yang difasilitasi lembaga persepsi," sambungnya.

Baca juga: Milenial Ingin Investasi? SBR008 Bisa Dibeli Mulai Hari Ini

Pembayaran bisa dilakukan setelah pesan SBR008 mendapatkan kode billing atau kode bayar dari mitra distribusi yang digandeng oleh pemerintah.

Untuk penawaran SBR008, terdapat 22 mitra distribusi yang terdiri dari dari 13 Bank, 4 Perusahaan Efek, 3 Perusahaan Efek Khusus (APERD Fintech), dan 2 Perusahaan Fintech Peer-to-Peer Lending.

"Waktu itu ada masukan kepada kami bagaimana supaya cara pembayaran lebih mudah lagi ternyata dengan bergabungnya tiga lembaga persepsi ini maka metode pembayaran semakin dimudahkan sekarang," kata dia.

Pemerintah membuka masa penawaran SBR008 mulai 5-19 September 2019. Bagi Anda yang berminat membeli obligasi negara ini, tidak perlu pusing membelinya. Sebab ,SBR008 bisa dibeli mulai dari Rp 1 jutaan.

Dari sisi imbal hasil, SBR008 menawarkan nilai kupon sebesar 7,20 persen. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito yang ada di kisaran 5-6 persen per tahun.

Adapun tanggal jatuh tempo SBR008 yakni 10 September 2021.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Whats New
Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Whats New
Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Whats New
1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Whats New
Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering 'Mengganggu' Bu Ani...

Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering "Mengganggu" Bu Ani...

Whats New
Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Whats New
Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Whats New
Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Whats New
Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Whats New
Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Whats New
Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X