Menperin: Peningkatan Investasi Kunci Indonesia Masuk Industri 4.0

Kompas.com - 05/09/2019, 17:08 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/3/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANAMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan bergerak cepat untuk memasuki era industri 4.0 melalui penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0. Ini dilakukan untuk menciptakan lompatan dan terobosan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

"Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 pada April 2018 lalu. Ini sebagai arah yang jelas dan langkah strategis kita untuk menjadi negara industri yang tangguh," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya, Kamis (5/9/2019).

Menperin menjelaskan, salah satu kunci dari implementasi industri 4.0 adalah peningkatan investasi. Terutama berkaitan dengan pengembangan industri baru. Sebab, akan memperkuat dan memperdalam struktur manufaktur nasional.

"Makanya investasi terus kami dorong, sehingga akan memacu kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor. Selain itu dapat menghasilkan substitusi impor," ujarnya.

Baca juga: Bagaimana Tren yang Patut Dilirik Industri Kecantikan di Era Beauty 4.0?

Penerapan industri 4.0 ini tidak hanya menyasar kepada sektor skala besar, melainkan juga industri kecil dan menengah (IKM) dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitasnya secara lebih efisien.

Karena itu, Menperin optimistis, apabila hal itu terwujud maka mampu menggenjot produk domestik bruto (PDB) secara signifikan.

"Selain meningkatkan nett ekspor sebesar 10 persen atau 13 kali lipat dibandingkan saat ini, sasaran Making Indonesia 4.0 juga meliputi peningkatan produktivitas tenaga kerja hingga dua kali lipat dan alokasi anggaran riset menjadi 2 persen," ungkapnya.

Baca juga: Enggak Boleh Lengah, Ini Kiat Agar UKM Bisa Sukses di Era Industri 4.0

Menurut dia, berdasarkan aspirasi besar peta jalan tersebut, Indonesia akan masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2030.

"Kami meyakini, industri 4.0 akan mendongkrak 1-2 persen pertumbuhan ekonomi kita, menambah hingga 10 juta lapangan kerja baru, dan peningkatan kontribusi industri manufaktur sebesar 25 persen pada tahun 2030," bebernya.

Menperin mengungkapkan, target 10 juta lapangan kerja baru di tahun 2030 adalah hal realistis. Adanya industri 4.0 dinilai dapat membuat lapangan kerja baru.

"Cukup realistis. Karena rata-rata keseluruhan industri bisa menyerap 700 ribuan tenaga kerja per tahun. Nanti, dengan Industri 4.0 bisa meningkat lebih tinggi lagi," ujarnya.

Karena itu, disiapkan lima sektor andalan yang akan menopang target-target tersebut, yakni industri makanan dan minuman, industri tekstil dan busana, industri otomotif, industri kimia, serta industri elektronik.

Dikatakannya, pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden tentang percepatan implementasi Making Indonesia 4.0. Regulasi ini untuk sinkronisasi berbagai program dan kegiatan lintas sektoral.

"Jadi, nanti kami lihat sektor apa saja yang bisa diharmonisasi dan supaya eksekusinya bisa lebih lincah," ucapnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X