Hindarkan Kereta dari Kecelakaan, Warga dan Penjaga Jalan Lintasan Dapat Penghargaan

Kompas.com - 06/09/2019, 22:12 WIB
Orang-orang yang menerima Penghargaan dari KAI Orang-orang yang menerima Penghargaan dari KAI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) berikan penghargaan kepada warga dan Penjaga Jalan Lintasan (PJL) yang berjasa dalam mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang

"Jadi petugas itu tidak hanya menjaga perlintasan, ternyata berkontribusi untuk menghindarkan dan mencegah adanya kecelakaan yang tentu tidak kita harapkan," ucap Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono di Jakarta Jumat (6/9/2019)

Djoko mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para petugas dan warga yang ikut serta mencegah terjadinya kecelakaan. 

Baca juga: Rawan Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta, Bagaimana Cara Mengatasinya?

Penghargaan ini diberikan antara lain kepada Mukhamad Riduwan, warga yang menjaga perlintasan sebidang di wilayah Daop 8 Surabaya.

Dia menghentikan pengendara sepeda motor yang hendak menerobos perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Damarsih, Mojokerto pada 15 Mei 2019.

"Jadi ada pengendara motor yang waktu itu maksa mau jalan, satu, dua kali saya diamkan. Tapi akhirnya saya pukul itu helmnya pakai bendera," cerita Riduwan.

Kemudian PT KAI juga memberikan penghargaan kepada Fathulhuda, petugas keamanan di Stasiun Soka, Daerah Operasi(DAOP) 5 Purwokerto. Dia membantu evakuasi mobil yang terjebak di tengah rel pada 17 Februari 2019 pukul 01.40 pagi.

Ada juga Ahmad Dria Nur R, petugas JPL Daop 7 Madiun. Dia menyelamatkan perjalanan KA Bangunkarta jurusan Jakarta Gambir - Surabaya Gubeng pada hari Selasa, 16 Mei 2017.

Ahmad memberikan semboyan tiga lentera ke arah datangnya KA sehingga tidak menabrak bus yang mogok di tengah jalan dan menghidarkan kecelakaan KA yang memakan korban jiwa.

Selain itu PT KAI juga memberikan penghargaan kepada Winaryo, petugas JPL Stasiun Jatiroto Daop 9 Jember. Dia menyelamatkan KA Mutiara Timur dari tubrukan dengan mobil yang mogok di perlintasan.

Kala itu Winaryo menelpon Pusat Kendali dan segera menutup pintu perlintasan yang dijaganya. Kemudian dia berlari menuju arah kereta api Mutiara Timur Malam dengan membawa semboyan tiga lentera sehingga KA Mutiara Timur berhenti di Stasiun Jatiroto.

Kemudian juga ada Nurhamdani, petugas JPL Divre 1 Sumatera Utara.

Dia berhasil mengamankan perjalanan KA pada saat truk mogok di tengah perlintasan Jl. Pasar Bengkel dengan melakukan Semboyan tiga menghentikan KA 2812 pada hari Rabu 14 Agustus 2019 pukul 01.40 WIB.

Baca juga: Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta Tinggi, Salah Siapa?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X