Garap Proyek Rel KA di Afrika, WIKA Siapkan Dua Hal Ini

Kompas.com - 07/09/2019, 06:39 WIB
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Tumiyana memberi keterangan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8/2019). MURTI ALI LINGGADirektur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA Tumiyana memberi keterangan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Tbk (KOMPAS100: WIKA) ditawarkan untuk menggarap sejumlah proyek infrastruktur di Afrika senilai 4,9 miliar Dollar Amerika Serikat (AS).

Salah satu proyek yang ditawarkan yakni pembangunan rel kereta api dari Senegal ke Uganda sepanjang 905 kilometer (km).

Direktur WIKA, Tumiyana mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan dua strategi untuk menggarap proyek tersebut.

Pertama, perusahaan kontruksi plat merah tersebut akan menggandeng Indonesia Exim Bank untuk memperbesar kapasitas pendanaan.

“Railway (Afrika) itu kami sedang berdiskusi untuk menggarapnya, supaya Wika, Inka dan LEN maju bersama dan bisa didanai berapa,” ujar Tumiyana di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Selain itu, lanjut Tumiyana, perseroannya tengah mengusulkan skema counter trade atau imbal dagang. Nantinya, WIKA akan menggarap proyek infrastruktur di negara Afrika dan negara tersebut akan membayar pengerjaan proyek itu menggunakan minyak bumi.

Baca juga : Gabung Holding BUMN Perumahan, WIKA Siap Tanggalkan Status "Persero"

“Kita lagi lakukan pembicaraan counter trade, berapa yang kita kerjakan, kita ambil minyak mereka. Karena negara itu penghasil minyak. Dan counter tradenya, kita akan hemat devisa. Kita kerja kontruksi, pulang bawa minyak,” kata Tumiyana.

 

Sebelumnya WIKA menyatakan banyak negara di Afrika yang tertarik untuk menggandeng perseroan mengerjakan berbagai proyek infrastruktur. 

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya mengatakan, sejumlah negara Afrika telah menyatakan minatnya. Namun WIKA tidak akan menerima semua tawaran pengerjaan proyek di Afrika karena ada kriteria yang ditentukan perusahaan.

"Banyak tawaran pekerjaan di Afrika. Mulai dari Zanzibar, Madagaskar, Pantai Gading, Senegal, hingga Rwanda," kata Mahendra di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

WIKA akan mempertimbangkan beberapa faktor sebelum mengambil tawaran proyek infrastruktur yang disodorkan. Misalnya, kemampuan dana yang dimiliki negara, potensi keuntungan yang diperoleh jika menggarap proyek, dan hal lainnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X