Kaum Milenial Unik, Investasi Apa yang Sesuai?

Kompas.com - 08/09/2019, 13:06 WIB
Ilustrasi By Aleksandrs Muiznieks/ShutterstockIlustrasi


KOMPAS.com
– Tren generasi milenial yang tidak lagi menginginkan untuk berinvestasi dalam bentuk rumah dan tanah membutuhkan jawaban konkret.

Apalagi, penghasilan sebagian besar generasi tidak memungkinkan mereka bisa membeli rumah di tengah kota.

Konsep co-living yang sudah lama dianut kota-kota besar luar negeri bisa menjadi alternatif solusi tempat tinggal untuk para profesional muda.

Pengamat urban living Sabrina Soewatdy mengatakan, penghasilan milenial jauh dari cukup untuk bisa membeli rumah.

Baca juga: Milenial Perlu Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Begini Tips Memulainya

 

Ia mengutip RisetKarir.com yang menyatakan 83 persen milenial memiliki penghasilan rata-rata sebesar Rp 7,5 juta rupiah per bulan.

Selain itu, 17 persen milenial hanya mampu membeli rumah bekas pakai dengan harga sekitar Rp 300 juta .

“Gaya hidup mewah dan pengeluaran besar para milenial juga berperan mengurangi kemampuan mereka membeli properti,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Jumat (6/9/2019).

Salah satu solusi yang ditawarkan saat ini dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan downpayment 15 persen.

“Untuk bisa membayar DP ini, milenial tetap harus menabung tahunan,” kata Sabrina yang juga co-founder Rukita, startup yang bergerak di bidang manajemen properti.

Hunian milenial

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X