Pilot British Airways Mogok Kerja, Ribuan Penerbangan Terancam

Kompas.com - 09/09/2019, 11:37 WIB
Ilustrasi British Airways. SHUTTERSTOCKIlustrasi British Airways.

Pemogokan pertama kalinya dalam 4 dekade terakhir sejak 1970-an ini terjadi akibat pilot yang tidak menyetujui besaran kenaikan gaji. Disebutkan isu-isu pemotongan gaji dan hilangnya hari cuti tahunan menjadi faktor utama serikat pekerja melakukan mogok terbang.

"Mereka melakukannya ( pemogokan) sebagai upaya terakhir karena frustrasi besar pada cara bisnis yang sekarang dijalankan BA," kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan.

Dari 3 hari pemogokan tersebut, serikat pekerja memperkirakan perusahaan akan menelan kerugian sekitar 120 juta poundsterling atau sekitar 147 juta dollar AS. Sementara itu, Perbedaan antara proposal BA dengan serikat pekerja akan menelan biaya sekitar 5 juta euro atau sekitar 6 juta dollar AS.

Terkait masalah besaran gaji, pihak British Airways telah menjelaskan permasalahan tersebut. Menurut pihaknya, kenaikan gaji sebesar 11,5 persen selama 3 tahun yang ditawarkan untuk serikat pekerja sudah wajar. Pun angka tersebut sudah di atas tingkat inflasi Inggris.

Untuk menangani masalah tersebut, pihaknya bakal menyesuaikan jadwal meski akan banyak kemungkinan meminta ganti rugi. Bahkan hingga saat ini, pihaknya tengah mempertimbangkan menggunakan pesawat dan kru dari maskapai lain, serta menjadwalkan pesawat yang lebih besar dari maskapai mitra untuk menerbangkan jumlah maksimum pelanggan.

Baca juga: British Airways Berlakukan Masuk Pesawat Berdasarkan Harga Tiket

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC, CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X